Usulkan Pendidikan S-1 PAUD
Mutu pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) terus ditingkatkan di Jawa Timur. Tahun depan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim bakal mengajukan seratus pengajar PAUD untuk mendapatkan pendidikan. Bukan hanya pendidikan biasa, melainkan pengajar itu disekolahkan lagi hingga S-1.
“Untuk sementara, kami memang mengajukan seratus orang saja. Kalau disetujui, itu sudah bagus sekali,” terang Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal dan Nilai Budaya Dispendik Jatim Drs Sunarto MSi.
Dia menjelaskan, biaya untuk menyekolahkan hingga jenjang S-1 tidak sedikit. Untuk itu, dia tidak berani mengajukan pendidik dalam jumlah besar. Meski disekolahkan S-1, para pendidik tersebut tidak bisa memilih sembarang jurusan. Mereka hanya boleh mengambil jurusan S-1 PAUD.
Mendidik anak-anak, ujar Sunarto, memang tidak bisa sembarangan. Anak-anak diibaratkan kaset yang masih kosong. Jadi, anak bisa diisi apa saja. Nah, kalau tidak benar, isi itu bisa berbahaya karena bakal diingat si anak hingga dewasa. “Karena itu, pendidik PAUD seharusnya punya background pendidikan yang memadai,” tegasnya.
Selama ini, di antara 35.045 pendidik PAUD di Jatim, hanya segelintir yang sudah mengenyam pendidikan setara S-1. Itu pun bukan S-1 PAUD, melainkan berbagai jurusan. Kalau tidak berlatar ibu rumah tangga, mayoritas pendidik PAUD adalah lulusan D-1, D-2, atau D-3.
“Untuk pos PAUD terpadu (PPT, Red), malah mayoritasnya benar-benar ibu rumah tangga biasa,” terang Sunarto.
Selama ini, Dispendik Jatim hanya memberikan pelatihan-pelatihan kepada pendidik PAUD. Pasalnya, selama ini Dispendik Jatim memang belum mendapatkan alokasi dana untuk menyekolahkan mereka. Salah satu pelatih an yang diberikan adalah Batch 100 dan Batch 200. Itu adalah pelatihan pendidik PAUD yang dibiayai Bank Dunia. Sesuai dengan nama, Batch 100 digunakan untuk melatih seratus pendidik, sedangkan Batch 200 dimanfaatkan untuk mendidik 200 orang.
“Untuk sementara, pelatihan itu hanya dilakukan di Bondowoso, Pacitan, dan Madiun,” terangnya. Berbagai pelatihan PAUD memang sengaja difokuskan di daerah-daerah terpencil, bukan kota besar. Pasalnya, jumlah PAUD di daerah tersebut masih terbatas.
“Kami ingin PAUD bisa menyebar dan lebih banyak lagi jumlahnya di Jatim,” tegasnya. “Sampai saat ini, untuk meningkatkan mutu, kami memang baru bisa fokus pada pelatihan-pelatihan,” tambah dia.
sumber : JPNN
Usulan PAUD, s1 paud di jatim, s1 paud, pendidik pos paud, PAUD kota madiun 2010, jurusan pendidikan anak usia dini, jumlah paud di jatim, data paud kota madiun, dana paud jawa timur, cache:9jInjaJChWIJ:www mutiara-hati com/tag/pendidikan-anak-usia-dini tempat pendidikan anak usia dini di Surabaya
No comments yet.