<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mutiara Hati &#187; TK</title>
	<atom:link href="http://www.mutiara-hati.com/tag/tk/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mutiara-hati.com</link>
	<description>a different touch to be smart</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 12:48:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pos PAUD Terpadu, Mempermulus Jalan Anak Menuju Generasi Unggul</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 23:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok bermain]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak sejak dini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan taman kanak-kanak]]></category>
		<category><![CDATA[pos paud]]></category>
		<category><![CDATA[pos paud terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[taman kanak-kanak]]></category>
		<category><![CDATA[TK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Tumbuh dengan Insentif Rp 25 Ribu Perkembangan pos pendidikan anak usia dini (PAUD) terpadu di kota-kota besar terbilang luar biasa. Sejak bergulir 2004 silam, jumlah pos PAUD terpadu (PPT) saat ini menembus 629 tempat. Menyadari PAUD adalah investasi penting pada masa mendatang, pemkot makin menaruh perhatian besar. IBARAT jalan, PAUD merupakan upaya mempermulus jalan tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class=tepi align=left width=300 src="http://www.jawapos.com/imgall/1/imgori/77977large.jpg" alt="77977large Pos PAUD Terpadu, Mempermulus Jalan Anak Menuju Generasi Unggul"  title="Pos PAUD Terpadu, Mempermulus Jalan Anak Menuju Generasi Unggul" />Tumbuh dengan Insentif Rp 25 Ribu<br />
Perkembangan pos <strong>pendidikan anak usia dini</strong> (<strong>PAUD</strong>) terpadu di kota-kota besar terbilang luar biasa. Sejak bergulir 2004 silam, jumlah pos PAUD terpadu (PPT) saat ini menembus 629 tempat. Menyadari PAUD adalah investasi penting pada masa mendatang, pemkot makin menaruh perhatian besar. </p>
<p>IBARAT jalan, PAUD merupakan upaya mempermulus jalan tersebut. Dengan mempersiapkan anak didik sebelum masuk ke jenjang berikutnya, jejak langkah mereka bisa makin lancar. Karena itu, PAUD kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Pos-pos PAUD pun tumbuh subur bak cendawan di mana-mana. Menjangkau hingga pelosok-pelosok kampung.</p>
<p>Di Surabaya, saat ini jumlah PPT mencapai 629 tempat. Pos-pos PAUD yang difasilitasi pemkot itu tersebar merata di 168 kelurahan di 31 kecamatan. Jika dirata-rata, di setiap kelurahan ada sekitar empat pos PAUD. Jika dibandingkan jumlah penduduk berusia 3-5 tahun di kota ini yang berkisar 95 ribu, jumlah PPT memang terbilang masih belum sebanding.</p>
<p>Namun, pemkot berjanji terus berupaya memfasilitasi pendirian PPT tersebut. &#8221;Pemkot akan terus bergerak untuk mendorong dan melanjutkan pendirian pos-pos PAUD. Sebab, kami sadar betul bahwa PAUD ini merupakan investasi masa depan. Generasi penerus akan sangat ditentukan oleh pola <strong>pendidikan anak sejak dini</strong>,&#8221; kata Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkot Surabaya Edi Santoso.</p>
<p>Tentu tidak sekadar mendirikan pos-pos itu. Tapi, juga menambah jatah anggaran untuk pembinaan serta peningkatan pembelajaran anak. Tahun ini, misalnya, telah dialokasikan Rp 1.171.885.185. Sebelumnya kurang dari Rp 500 juta. Sebagian anggaran itu juga dialokasikan untuk <strong>pendidikan taman kanak-kanak</strong> (<strong>TK</strong>) dan <strong>kelompok bermain</strong> (KB). &#8221;Jatah untuk PPT paling besar,&#8221; kata Edi.</p>
<p>Dia lalu merinci, alokasi anggaran untuk PPT tersebut mencapai Rp 1.045.525.530. Rinciannya, Rp 612.697.530 untuk pelatihan 1.400 tutor atau bunda, pendidik, serta fasilitator <strong>kelompok PAUD</strong>. &#8221;Kami menganggap bunda-bunda PAUD itu unjung tombak kader-kader masa depan. Jadi, mereka harus mendapat banyak pendidikan dan pelatihan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, lanjut Edi, anggaran digunakan untuk pengadaan 1.173 set alat peraga edukatif (APE) PAUD senilai Rp 387.090.000 dan Rp 45.738.00 untuk pengadaan 600 eksemplar modul PAUD. &#8221;Kami akan terus berusaha melengkapi sarana dan prasarananya,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Alokasi anggaran tersebut tidak termasuk honor para bunda PAUD. Saat ini, memang baru sekitar 700 bunda saja yang mendapat insentif. Padahal, jumlah bunda PAUD mencapai 4.128 orang. Insentif mereka pun tidak banyak. Masing-masing bunda hanya menerima Rp 25 ribu per bulan. &#8221;Kita harus menghargai para bunda. Sebab, mereka mengajar dengan ikhlas. Tidak mungkin mau, kalau mereka bekerja hanya demi uang,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Edi mengakui, selama ini kesejahteraan bunda PAUD memang masih cukup memprihatinkan. Karena itu, sangat mungkin hal tersebut menjadi salah satu penyebab belum banyaknya orang yang mau mengabdi di PPT. Hanya mereka yang peduli terhadap pendidikan anak sejak dini itulah yang terpanggil. Namun, tidak berarti pemkot menutup mata. &#8221;Kami akan berusaha membuat pengajuan kenaikan tahun depan. Masalah disetujui atau tidak, itu di luar kewenangan saya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan, yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kualitas para bunda. Sebab, saat ini sebagian besar bunda PAUD adalah ibu rumah tangga. Karena itu, pihaknya mengalokasikan anggaran besar untuk program pelatihan dan pendidikan untuk mereka. &#8221;Anak-anak usia dini itu kan peka. Kalau mengajarnya salah, kan bisa berakibat fatal. Karena itu, SDM (sumber daya manusia) para bunda harus terus di-upgrade,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ada banyak pelatihan yang telah diberikan. Di antaranya, seminar, kursus, serta diklat cara-cara mengajar yang baik dan benar. Tentu saja dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten. Mulai dosen hingga psikolog. Hal tersebut dilakukan agar bunda PAUD lebih bisa memahami psikologis anak kecil.</p>
<p>Edi menambahkan, pelan-pelan masyarakat mulai merasakan manfaatnya. Hal itu bisa dilihat dari jumlah anak didik di PPT yang makin bertambah. Jika dirata-rata setiap pos PAUD mendidik 30-60 anak, total yang ter-cover mencapai 18 ribu-37 ribu anak. &#8221;Sejak muncul beberapa tahun lalu, jumlah PPT memang semakin banyak. PPT itu sangat membantu dan memfasilitasi pendidikan siswa kalangan menengah ke bawah,&#8221; tegasnya.</p>
<p><em>sumber JPNN</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="pos paud">pos paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="pos paud terpadu">pos paud terpadu</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="cara mengajar paud">cara mengajar paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="cara mengajar anak PAUD">cara mengajar anak PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="cara mendirikan pos PAUD">cara mendirikan pos PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="metode mengajar paud">metode mengajar paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="Alamat paud di surabaya">Alamat paud di surabaya</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="alamat paud surabaya">alamat paud surabaya</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="cara paud">cara paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="pendirian POS PAUD">pendirian POS PAUD</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 13.345 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mainan Kreatif yang Murah,  Origami Rangsang Imajinasi Anak</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 21:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[belajar membuat origami]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[mainan kertas lipat]]></category>
		<category><![CDATA[mainan kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[Origami]]></category>
		<category><![CDATA[origami untuk anak]]></category>
		<category><![CDATA[pakar origami]]></category>
		<category><![CDATA[playgroup]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dasar]]></category>
		<category><![CDATA[seni melipat kertas]]></category>
		<category><![CDATA[taman kanak-kanak]]></category>
		<category><![CDATA[TK]]></category>
		<category><![CDATA[usia balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/v2/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[MAINAN yang menyenangkan bagi anak tidak harus mahal. Origami atau seni melipat kertas asal Negeri Sakura bisa menjadi salah satu alternatif pilihan mainan murah, namun menyenangkan. Hanya dibutuhkan kertas lipat warna-warni, lem, dan gunting. Dengan ketiga benda tersebut, anak-anak bisa membuat origami dengan berbagai bentuk. Namun, untuk anak-anak usia balita hingga taman kanak-kanak (TK), lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align=left class=tepi src="http://www.mutiara-hati.com/wp-content/uploads/origami.jpg" alt="origami Mainan Kreatif yang Murah,  Origami Rangsang Imajinasi Anak" title="origami" width="250" class="alignleft size-full wp-image-309" />MAINAN yang menyenangkan bagi anak tidak harus mahal. <strong>Origami</strong> atau <strong>seni melipat kertas</strong> asal Negeri Sakura bisa menjadi salah satu alternatif pilihan mainan murah, namun menyenangkan. Hanya dibutuhkan kertas lipat warna-warni, lem, dan gunting. Dengan ketiga benda tersebut, anak-anak bisa membuat origami dengan berbagai bentuk.</p>
<p>Namun, untuk anak-anak <strong>usia balita</strong> hingga <strong>taman kanak-kanak</strong> (<strong>TK</strong>), lebih baik hanya menggunakan kertas lipat dan lem. &#8221;Gunting terlalu berbahaya untuk anak-anak pada usia tersebut,&#8221; kata <strong>pakar origami</strong> dari Yayasan ALIT Gunardi Aswantoro. Penggunaan gunting bisa mulai diterapkan kepada anak-anak usia SD.</p>
<p>Karena mudah dan murah, permainan yang satu itu mulai banyak dikembangkan dan diterapkan di sejumlah <strong>playgroup</strong>, taman kanak-kanak (TK), hingga <strong>sekolah dasar</strong> (<strong>SD</strong>). Seni melipat asal Jepang itu memang tidak hanya menyenangkan, tapi juga memberikan banyak manfaat bagi anak-anak.</p>
<p>Menurut Gunardi yang juga manajer program Yayasan ALIT, origami memiliki manfaat yang beragam. Salah satu di antaranya, mengajak anak belajar mengembangkan kreativitas.</p>
<p>Dengan belajar origami, anak-anak bisa belajar membuat model origami yang jumlahnya puluhan. &#8221;Dengan arahan yang tepat, seorang anak bisa memilih model origami yang ingin dibuatnya. Kalau sudah mahir, dia pasti ingin menciptakan model origami ciptaan sendiri,&#8221; jelas Gunardi. Dari situ, lanjut Gunardi, imajinasi atau daya khayal anak otomatis ikut berkembang.</p>
<p>Selain merangsang <strong>kreativitas</strong> dan <strong>imajinasi</strong>, membuat origami juga bisa mengasah mental geometrik anak. Maksudnya, pada usia dini, anak sudah mengenal rancang bangun. &#8221;Jadi, sejak kecil mereka sudah paham bentuk-bentuk seperti diagonal, segitiga siku-siku, sampai segitiga sama sisi,&#8221; tutur pria 36 tahun itu.</p>
<p>Origami juga dapat melatih motorik halus dan merangsang tumbuhnya motivasi kepada anak. Untuk itu, lanjut Gunardi, jika seorang anak berhasil membuat sebuah model, dia pasti terdorong untuk membuat model yang lebih rumit dan membutuhkan ketelatenan yang tinggi. &#8221;Anak itu seolah dituntut untuk menjadi lebih tekun, telaten, dan teliti tanpa merasa bosan. Itu berdampak, jika suatu hari nanti dihadapkan pada suatu permasalahan, dia tidak akan dengan mudah menyerah,&#8221; ujar pria yang akrab disapa Sensei oleh murid-muridnya itu.</p>
<p>Selain membawa manfaat bagi perkembangan otak anak, origami ternyata menjadi media komunikasi yang baik. Menurut Gunardi, membuat origami bersama di dalam kelas bisa membantu menjalin komunikasi antarteman sebaya. &#8221;Mereka bisa saling meminjam peralatan atau menanyakan model origami apa yang mereka buat,&#8221; lanjut ayah dua putra itu.</p>
<p>Gunardi sendiri menggunakan origami sebagai media untuk mendongeng. Setiap selesai membuat origami bersama, dia akan menceritakan sebuah <strong>dongeng</strong> dengan origami sebagai alat bantu. &#8221;Selain anak-anak tidak bosan, ceritanya juga lebih menarik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, Gunardi mengharapkan peran aktif orang tua di rumah. &#8221;Paling tidak, orang tua bisa ikut mengarahkan putra-putrinya ketika mereka membuat origami sehingga terjalin komunikasi,&#8221; kata pria yang mulai menekuni origami sejak September tahun lalu itu.</p>
<p><em>sumber : JPNN</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="mainan kreatif">mainan kreatif</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="mainan kertas lipat">mainan kertas lipat</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="belajar membuat origami">belajar membuat origami</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami untuk anak">origami untuk anak</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami untuk anak-anak">origami untuk anak-anak</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami untuk anak tk">origami untuk anak tk</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="mainan kreatif anak">mainan kreatif anak</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami anak tk">origami anak tk</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami hati">origami hati</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami">origami</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 6.553 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
