<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mutiara Hati &#187; Pendidikan Anak Usia Dini</title>
	<atom:link href="http://www.mutiara-hati.com/tag/pendidikan-anak-usia-dini/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mutiara-hati.com</link>
	<description>a different touch to be smart</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 12:48:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Mike S. Arifin, Sosok di Balik Suksesnya Himpaudi Raih Juara I Nasional</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/mike-s-arifin-sosok-di-balik-suksesnya-himpaudi-raih-juara-i-nasional.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/mike-s-arifin-sosok-di-balik-suksesnya-himpaudi-raih-juara-i-nasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 12:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[guru PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Himpaudi]]></category>
		<category><![CDATA[Himpaudi Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kado Ulang Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mendiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Mike S. Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[mitra PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD di Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD se-Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Mitra PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Malang sukses menjadi juara I tingkat nasional Pemilihan Mitra PAUD 2010 Kemendiknas RI. Kesuksesan itu tak lepas dari sosok Mike S. Arifin, ketua Himpaudi Kota Malang. Bagaimana perjuangannya? SENYUM bahagia terpancar di wajah Mike S. Arifin. Senyumnya juga cerah. Kebahagiaan itu makit tampak saat ia menunjukkan piagam yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini</strong> (<strong>Himpaudi</strong>) <strong>Kota Malang</strong> sukses menjadi juara I tingkat nasional <strong>Pemilihan Mitra PAUD</strong> 2010 Kemendiknas RI. Kesuksesan itu tak lepas dari sosok <strong>Mike S. Arifin</strong>, ketua <strong>Himpaudi Kota Malang</strong>. Bagaimana perjuangannya?</p>
<p>SENYUM bahagia terpancar di wajah Mike S. Arifin. Senyumnya juga cerah. Kebahagiaan itu makit tampak saat ia menunjukkan piagam yang diraih Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Malang yang ia ketuai.</p>
<p>Tangan kanannya menenteng piagam penghargaan <strong>Menteri Pendidikan Nasional</strong> (Mendiknas) Mohammad Nuh, sedang tangan kirinya menenteng trofi juara I Tingkat Nasional Pemilihan Mitra PAUD 2010. Mike seolah masih terbayang puncak kegembiraannya pada 23 Juli lalu.</p>
<p>Saat itu, Jumat 23 Juli pukul 19.00. Balai pertemuan Kantor Direktorat Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Kemendiknas sudah disesaki puluhan Ketua Himpaudi dari seluruh provinsi se-Indonesia. Saat pembawa acara menyebut nama Mike sebagai juarai I tingkat nasional, semua mata tertuju pada perempuan kalem itu.</p>
<p>Puluhan peserta yang berhasil &#8221;disingkirkan&#8221; itu pun langsung memberikan ucapan selamat. &#8220;Waktu itu yang menyerahkan piagam penghargaan Pak Hamid Muhammad, direktur PNFI,&#8221; kenang ibu dua anak yang juga kepala KB-TK-TPA Anak Saleh Malang ini.</p>
<p>Prestasi gemilang yang diukir Mike itu menjadi sejarah baru Himpaudi Kota Malang. Sejak berdiri 2002 silam, Himpaudi tak pernah bertengger di kancah nasional. Paling banter, hanya mampu menjuarai tingkat regional Jatim. Karenanya, Mike dan seluruh jajaran pengurusnya di Himpaudi Kota Malang, tak pernah membayangkan bakal mengukir sejarah baru.</p>
<p>Sejarah ini menjadi kado ulang tahun ke delapan Himpaudi. Label juara I nasional itu juga menjadi penghargaan terakhir yang diraih Himpaudi Kota Malang. Dalam kontes pemilihan <strong>mitra PAUD</strong> mendatang, Kota Malang tidak mungkin mendapatkan juara tingkat nasional lagi.</p>
<p>Jangankan berharap menjadi juara dan membawa pulang piala, ikut menjadi peserta pemilihan Mitra PAUD di Tingkat Nasional saja sudah dilarang. Itu sesuai dengan kebijakan Direktorat PNFI Kemendiknas. &#8221;Yang sudah lolos ke tingkat nasional, tidak boleh ikut pemilihan lagi. Jadi ini juara I nasional pertama kali dan terakhir,&#8221; kata Mike seraya mengenakan jilbab putih yang dibalut seragam cokelat di ruang kepala TK-TPA Anak Saleh kemarin.</p>
<p>Saat ikut lomba, Mike sempat waswas. Untung saja, Kota Malang yang sudah dipercaya mewakili Jatim menyabet juara I. Jika hanya mendapatkan juara II, III, atau juara harapan, sepanjang sejarah Kota Malang tidak akan menjadi juara I. Sebab, direktorat sudah memblokir semua Himpaudi yang sudah mendapatkan juara nasional.</p>
<p>&#8220;Untung saja kami tidak juara harapan. Bisa repot. Soalnya semua Himpaudi yang sudah lolos ke tingkat nasional tidak boleh ikut lagi,&#8221; kata perempuan kelahiran <strong>Surabaya</strong>, 18 Desember 1965 ini.</p>
<p>Sebelum menjadi juara I nasional, Mike sudah bertarung dengan Himpaudi tingkat Jatim. Masing-masing Himpaudi dari kabupaten atau kota diminta mengirimkan proposal ke Jatim. Proposal pertengahan Mei lalu berisi penjelasan program, kegiatan Himpaudi, eksistensi lembaga <strong>PAUD se-Kota Malang</strong>, tenaga pendidikan dan siswa, serta dukungan dari Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang. &#8220;Yang paling lengkap, itu menjadi juara I Jatim dan dikirim ke nasional mewakili Jatim,&#8221; jelas Mike.</p>
<p>Tak mudah bagi Mike membawa Himpaudi menjadi juara I nasional. Mike harus menunjukkan bahwa proposal yang diajukan bersifat objektif. Artinya, ia harus menghidupkan seluruh kegiatan PAUD se-Kota Malang. Internal kepengurusan Himpaudi juga harus terus berjalan. Termasuk mampu merangkul diknas untuk mendukung setiap kegiatannya.</p>
<p>Tentu saja, itu bukan pekerjaan mudah. Buktinya, sejak Himpaudi berdiri delapan tahun silam, baru tahun 2010 ini nama Kota Malang terukir dalam piala pemilihan Mitra PAUD 2010. Selama ini Kota Malang hanya puas bertengger di Jatim saja. &#8220;Dulu pernah ikut di Jatim, tapi Malang gak dapat juara,&#8221; katanya.</p>
<p>Nama Himpaudi Kota Malang yang terukir dalam piagam pernghargaan itu juga menunjukkan bahwa ratusan lembaga <strong>PAUD di Kota Malang</strong> eksis dalam kegiatan belajar mengajar. Sebab, proposal yang diajukan Mike dengan menjelaskan kondisi objektif <strong>PAUD se-Kota Malang</strong> sudah lolos verifikasi diknas provinsi dan Direktorat PNFI Kemendiknas.</p>
<p>Kini, Mike berharap agar eksistensi lembaga PAUD se-Kota Malang tetap dipertahankan. Meski tidak bisa mengikuti lomba pemilihan mitra PAUD tingkat nasional lagi, namun tetap harus mempertahankan sinergitas kegiatan belajar mengajar. Lima tahun mendatang, Mike ingin Himpaudi Kota Malang diperkenankan mengikuti kontes pemilihan mitra PAUD.</p>
<p>Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Diknas Kota Malang Siti Ratnawati pun merasa bangga dengan prestasi Himpaudi Kota Malang. &#8221;Penghargaan sebagai juara I nasional memang membutuhkan kerjasama antara Himpaudi dengan diknas, dan itu sudah kami lakukan. Tidak semua daerah, diknasnya mendukung Himpaudi,&#8221; tutur Siti Ratnawati.</p>
<p>Salah satu bentuk dukungan diknas adalah melatih <strong>guru PAUD</strong> agar mempunyai pola ajar ideal. Salah satunya adalah diknas ingin membuat para guru PAUD memahami psikologis peserta didik sehingga sistem pembelajarannya tidak terkesan memaksa. &#8221;Anggaran pembinaan guru PAUD 2010 ini Rp 50 juta lebih,&#8221; ucap Siti.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/mike-s-arifin-sosok-di-balik-suksesnya-himpaudi-raih-juara-i-nasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usulkan Pendidikan S-1 PAUD</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 06:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[Batch 100]]></category>
		<category><![CDATA[Batch 200]]></category>
		<category><![CDATA[Bondowoso]]></category>
		<category><![CDATA[Madiun]]></category>
		<category><![CDATA[Pacitan]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidik PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[pendidik PAUD di Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[pengajar]]></category>
		<category><![CDATA[pengajar PAUD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Mutu pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) terus ditingkatkan di Jawa Timur. Tahun depan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim bakal mengajukan seratus pengajar PAUD untuk mendapatkan pendidikan. Bukan hanya pendidikan biasa, melainkan pengajar itu disekolahkan lagi hingga S-1. &#8220;Untuk sementara, kami memang mengajukan seratus orang saja. Kalau disetujui, itu sudah bagus sekali,&#8221; terang Kepala Bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mutu <strong>pengajar</strong> <strong>pendidikan anak usia dini</strong> (<strong>PAUD</strong>) terus ditingkatkan di Jawa Timur. Tahun depan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jatim bakal mengajukan seratus <strong>pengajar PAUD</strong> untuk mendapatkan pendidikan. Bukan hanya pendidikan biasa, melainkan pengajar itu disekolahkan lagi hingga S-1.</p>
<p>&#8220;Untuk sementara, kami memang mengajukan seratus orang saja. Kalau disetujui, itu sudah bagus sekali,&#8221; terang Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal dan Nilai Budaya Dispendik Jatim Drs Sunarto MSi.</p>
<p>Dia menjelaskan, biaya untuk menyekolahkan hingga jenjang S-1 tidak sedikit. Untuk itu, dia tidak berani mengajukan pendidik dalam jumlah besar. Meski disekolahkan S-1, para pendidik tersebut tidak bisa memilih sembarang jurusan. Mereka hanya boleh mengambil jurusan S-1 PAUD.</p>
<p>Mendidik anak-anak, ujar Sunarto, memang tidak bisa sembarangan. Anak-anak diibaratkan kaset yang masih kosong. Jadi, anak bisa diisi apa saja. Nah, kalau tidak benar, isi itu bisa berbahaya karena bakal diingat si anak hingga dewasa. &#8220;Karena itu, <strong>pendidik PAUD</strong> seharusnya punya background pendidikan yang memadai,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selama ini, di antara 35.045 <strong>pendidik PAUD di Jatim</strong>, hanya segelintir yang sudah mengenyam pendidikan setara S-1. Itu pun bukan S-1 PAUD, melainkan berbagai jurusan. Kalau tidak berlatar ibu rumah tangga, mayoritas pendidik PAUD adalah lulusan D-1, D-2, atau D-3. </p>
<p>&#8220;Untuk pos PAUD terpadu (PPT, Red), malah mayoritasnya benar-benar ibu rumah tangga biasa,&#8221; terang Sunarto.</p>
<p>Selama ini, Dispendik Jatim hanya memberikan pelatihan-pelatihan kepada pendidik PAUD. Pasalnya, selama ini Dispendik Jatim memang belum mendapatkan alokasi dana untuk menyekolahkan mereka. Salah satu pelatih an yang diberikan adalah Batch 100 dan Batch 200. Itu adalah pelatihan pendidik PAUD yang dibiayai Bank Dunia. Sesuai dengan nama, <strong>Batch 100</strong> digunakan untuk melatih seratus pendidik, sedangkan <strong>Batch 200</strong> dimanfaatkan untuk mendidik 200 orang. </p>
<p>&#8220;Untuk sementara, pelatihan itu hanya dilakukan di <strong>Bondowoso, Pacitan</strong>, dan <strong>Madiun</strong>,&#8221; terangnya. Berbagai pelatihan PAUD memang sengaja difokuskan di daerah-daerah terpencil, bukan kota besar. Pasalnya, jumlah PAUD di daerah tersebut masih terbatas. </p>
<p>&#8220;Kami ingin PAUD bisa menyebar dan lebih banyak lagi jumlahnya di Jatim,&#8221; tegasnya. &#8220;Sampai saat ini, untuk meningkatkan mutu, kami memang baru bisa fokus pada pelatihan-pelatihan,&#8221; tambah dia.</p>
<p>sumber : JPNN</p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="Usulan PAUD">Usulan PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="s1 paud di jatim">s1 paud di jatim</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="s1 paud">s1 paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="pendidik pos paud">pendidik pos paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="PAUD kota madiun 2010">PAUD kota madiun 2010</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="jurusan pendidikan anak usia dini">jurusan pendidikan anak usia dini</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="jumlah paud di jatim">jumlah paud di jatim</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="data paud kota madiun">data paud kota madiun</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="dana paud jawa timur">dana paud jawa timur</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html" title="cache:9jInjaJChWIJ:www mutiara-hati com/tag/pendidikan-anak-usia-dini tempat pendidikan anak usia dini di Surabaya">cache:9jInjaJChWIJ:www mutiara-hati com/tag/pendidikan-anak-usia-dini tempat pendidikan anak usia dini di Surabaya</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 5.363 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/usulkan-pendidikan-s-1-paud.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rendah Kesadaran Orang Tua Masukkan Anak Ke PAUD</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 23:39:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak usia PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[di Kota Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Forum PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD di Kota Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkot Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun dianggap penting, namun kesadaran para orang tua untuk memasukkan anaknya ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Jogja masih sangat rendah. Data yang dihimpun Forum PAUD Kota Jogja menyebutkan, dari keseluruhan orang tua yang memiliki anak usia PAUD (1-6 tahun) di Kota Jogja, hanya 40 persen orang tua yang punya kesadaran memasukkan anaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align=left width=200 src="http://malangraya.web.id/wp-content/uploads/2009/03/paud-sawojajar.gif" alt="paud sawojajar Rendah Kesadaran Orang Tua Masukkan Anak Ke PAUD"  title="Rendah Kesadaran Orang Tua Masukkan Anak Ke PAUD" />Meskipun dianggap penting, namun kesadaran para orang tua untuk memasukkan anaknya ke <strong>Pendidikan Anak Usia Dini</strong> (<strong>PAUD</strong>) di <strong>Kota Jogja</strong> masih sangat rendah. Data yang dihimpun <strong>Forum PAUD</strong> Kota Jogja menyebutkan, dari keseluruhan orang tua yang memiliki <strong>anak usia PAUD</strong> (1-6 tahun) <strong>di Kota Jogja</strong>, hanya 40 persen orang tua yang punya kesadaran memasukkan anaknya ke PAUD.</p>
<p>Banyak alasan yang menyebabkan hal ini terjadi. Misalnya keterbatasan waktu orang tua untuk mendampingi anak-anaknya. Serta faktor eknomi. &#8220;Namun, sebagian besar memang kesadarannya yang kurang,&#8221; terang Ketua Forum PAUD Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun disela- sela puncak acara Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Jogja di halaman Balai Kota Jogja kemarin (1/8).</p>
<p>Menurut istri Wakil Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti ini, upaya membangun kesadaran terhadap orang tua akan arti pentingnya pendidikan anak usia dini ini akan terus dilakukan. Ini dianggap penting, karena pada usia balita merupakan usia emas untuk menentukan masa depan sang anak.</p>
<p>Upaya lain yang dilakukan adalah dengan mendirikan sebanyak mungkin lokasi-lokasi <strong>PAUD di Kota Jogja</strong>. Baik dengan menggunakan ada dari <strong>Pemkot Jogja</strong>, maupun bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lewat program sosial (Corporate Social Responsibility, CSR).&#8221; Kami membuka peluang bagi banyak pihak untuk ikut ambil bagian dalam pendidikan anak usia dini ini,&#8221; lanjut Ana Haryadi sapaan akrabnya.</p>
<p>Kurangnya antusiasme para orang tua ini, lanjut Ana, kalah dibandingkan dengan semangat anak- anak. Dari sekitar 29 ribu anak usia PAUD di Kota Jogja, sebanyak 23 ribu diantaranya sudah masuk dalam lembaga PAUD. Dan diantara jumlah itu, sebagian diantaranya mengikuti PAUD justru tidak didampingi orang tua atau pembantu. Sebagian datang sendiri tanpa pendampingan, dan sebagian lagi karena dijemput relawan PAUD.</p>
<p>Kendala lain pengembangan PAUD di Kota Jogja, lanjut Ana adalah keterbatasan jumlah relawan pendidik. Dari sebanyak 23 ribu anak PAUD di Kota Jogja, baru didampingi sebanyak 2.300 relawan pendidik. Komposisi itu dianggap belum ideal. Karena, idelnya satu pendamping hanya mendampingi empat anak.</p>
<p>Tak hanya itu, kendala lain, PAUD di Kota Jogja yang sebagian besar diinisiasi PKK ini, sebagian besar tenaga relawan pendidiknya merupakan orang-orang yang sudah berumur (tua). &#8220;Karena itulah, pihaknya berharap akan ada bantuan peran serta para generasi muda, khususnya dari anggota Karang Taruna untuk ikut ambil bagian aktif dalam penanganan anak-anak usia PAUD ini,&#8221; harap wanita berkaca mata minus ini.</p>
<p>Data lain menyebutkan, sebanyak 80 persen anak-anak yang ikut dalam pendidikan PAUD yang dikelola PKK ini berasal dari keluarga kurang mampu dan miskin. Mereka memilih ke PAUD, bukan ke play group karena alasan biaya. Sebab, jika masuk ke play group mereka akan membutuhkan biaya besar. Sementara di PAUD biaya digratiskan. Karena itulah, tak mengherankan jika keberadaan PAUD- PAUD di Kota Jogja sekitar 30 persen diantaranya berada di tengah keluarga kurang mampu dan miskin.</p>
<p><em>sumber : radar jogja</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="Kendala PAUD">Kendala PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="ALASAN IKUT PAUD">ALASAN IKUT PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="pentingnya PAUD">pentingnya PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="pengertian kesadaran orang tua">pengertian kesadaran orang tua</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="alasan mengapa paud itu penting">alasan mengapa paud itu penting</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="PAUD Yogya">PAUD Yogya</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="pendirian SEKOLAH PAUD">pendirian SEKOLAH PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="penyebab orang tua tidak memasukkan anaknya di pendidikan usia dini">penyebab orang tua tidak memasukkan anaknya di pendidikan usia dini</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="TANGGAPAN ORANG TUA TERHADAP PAUD">TANGGAPAN ORANG TUA TERHADAP PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html" title="kurangnya kesadaran orang tua pada PAUD">kurangnya kesadaran orang tua pada PAUD</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 6.17 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/rendah-kesadaran-orang-tua-masukkan-anak-ke-paud.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pos PAUD Terpadu, Mempermulus Jalan Anak Menuju Generasi Unggul</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Jul 2009 23:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok bermain]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak sejak dini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan taman kanak-kanak]]></category>
		<category><![CDATA[pos paud]]></category>
		<category><![CDATA[pos paud terpadu]]></category>
		<category><![CDATA[taman kanak-kanak]]></category>
		<category><![CDATA[TK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Tumbuh dengan Insentif Rp 25 Ribu Perkembangan pos pendidikan anak usia dini (PAUD) terpadu di kota-kota besar terbilang luar biasa. Sejak bergulir 2004 silam, jumlah pos PAUD terpadu (PPT) saat ini menembus 629 tempat. Menyadari PAUD adalah investasi penting pada masa mendatang, pemkot makin menaruh perhatian besar. IBARAT jalan, PAUD merupakan upaya mempermulus jalan tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class=tepi align=left width=300 src="http://www.jawapos.com/imgall/1/imgori/77977large.jpg" alt="77977large Pos PAUD Terpadu, Mempermulus Jalan Anak Menuju Generasi Unggul"  title="Pos PAUD Terpadu, Mempermulus Jalan Anak Menuju Generasi Unggul" />Tumbuh dengan Insentif Rp 25 Ribu<br />
Perkembangan pos <strong>pendidikan anak usia dini</strong> (<strong>PAUD</strong>) terpadu di kota-kota besar terbilang luar biasa. Sejak bergulir 2004 silam, jumlah pos PAUD terpadu (PPT) saat ini menembus 629 tempat. Menyadari PAUD adalah investasi penting pada masa mendatang, pemkot makin menaruh perhatian besar. </p>
<p>IBARAT jalan, PAUD merupakan upaya mempermulus jalan tersebut. Dengan mempersiapkan anak didik sebelum masuk ke jenjang berikutnya, jejak langkah mereka bisa makin lancar. Karena itu, PAUD kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Pos-pos PAUD pun tumbuh subur bak cendawan di mana-mana. Menjangkau hingga pelosok-pelosok kampung.</p>
<p>Di Surabaya, saat ini jumlah PPT mencapai 629 tempat. Pos-pos PAUD yang difasilitasi pemkot itu tersebar merata di 168 kelurahan di 31 kecamatan. Jika dirata-rata, di setiap kelurahan ada sekitar empat pos PAUD. Jika dibandingkan jumlah penduduk berusia 3-5 tahun di kota ini yang berkisar 95 ribu, jumlah PPT memang terbilang masih belum sebanding.</p>
<p>Namun, pemkot berjanji terus berupaya memfasilitasi pendirian PPT tersebut. &#8221;Pemkot akan terus bergerak untuk mendorong dan melanjutkan pendirian pos-pos PAUD. Sebab, kami sadar betul bahwa PAUD ini merupakan investasi masa depan. Generasi penerus akan sangat ditentukan oleh pola <strong>pendidikan anak sejak dini</strong>,&#8221; kata Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga Dinas Pendidikan (Dispendik) Pemkot Surabaya Edi Santoso.</p>
<p>Tentu tidak sekadar mendirikan pos-pos itu. Tapi, juga menambah jatah anggaran untuk pembinaan serta peningkatan pembelajaran anak. Tahun ini, misalnya, telah dialokasikan Rp 1.171.885.185. Sebelumnya kurang dari Rp 500 juta. Sebagian anggaran itu juga dialokasikan untuk <strong>pendidikan taman kanak-kanak</strong> (<strong>TK</strong>) dan <strong>kelompok bermain</strong> (KB). &#8221;Jatah untuk PPT paling besar,&#8221; kata Edi.</p>
<p>Dia lalu merinci, alokasi anggaran untuk PPT tersebut mencapai Rp 1.045.525.530. Rinciannya, Rp 612.697.530 untuk pelatihan 1.400 tutor atau bunda, pendidik, serta fasilitator <strong>kelompok PAUD</strong>. &#8221;Kami menganggap bunda-bunda PAUD itu unjung tombak kader-kader masa depan. Jadi, mereka harus mendapat banyak pendidikan dan pelatihan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Selain itu, lanjut Edi, anggaran digunakan untuk pengadaan 1.173 set alat peraga edukatif (APE) PAUD senilai Rp 387.090.000 dan Rp 45.738.00 untuk pengadaan 600 eksemplar modul PAUD. &#8221;Kami akan terus berusaha melengkapi sarana dan prasarananya,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Alokasi anggaran tersebut tidak termasuk honor para bunda PAUD. Saat ini, memang baru sekitar 700 bunda saja yang mendapat insentif. Padahal, jumlah bunda PAUD mencapai 4.128 orang. Insentif mereka pun tidak banyak. Masing-masing bunda hanya menerima Rp 25 ribu per bulan. &#8221;Kita harus menghargai para bunda. Sebab, mereka mengajar dengan ikhlas. Tidak mungkin mau, kalau mereka bekerja hanya demi uang,&#8221; ujarnya. </p>
<p>Edi mengakui, selama ini kesejahteraan bunda PAUD memang masih cukup memprihatinkan. Karena itu, sangat mungkin hal tersebut menjadi salah satu penyebab belum banyaknya orang yang mau mengabdi di PPT. Hanya mereka yang peduli terhadap pendidikan anak sejak dini itulah yang terpanggil. Namun, tidak berarti pemkot menutup mata. &#8221;Kami akan berusaha membuat pengajuan kenaikan tahun depan. Masalah disetujui atau tidak, itu di luar kewenangan saya,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan, yang terpenting saat ini adalah meningkatkan kualitas para bunda. Sebab, saat ini sebagian besar bunda PAUD adalah ibu rumah tangga. Karena itu, pihaknya mengalokasikan anggaran besar untuk program pelatihan dan pendidikan untuk mereka. &#8221;Anak-anak usia dini itu kan peka. Kalau mengajarnya salah, kan bisa berakibat fatal. Karena itu, SDM (sumber daya manusia) para bunda harus terus di-upgrade,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ada banyak pelatihan yang telah diberikan. Di antaranya, seminar, kursus, serta diklat cara-cara mengajar yang baik dan benar. Tentu saja dengan menghadirkan pembicara yang berkompeten. Mulai dosen hingga psikolog. Hal tersebut dilakukan agar bunda PAUD lebih bisa memahami psikologis anak kecil.</p>
<p>Edi menambahkan, pelan-pelan masyarakat mulai merasakan manfaatnya. Hal itu bisa dilihat dari jumlah anak didik di PPT yang makin bertambah. Jika dirata-rata setiap pos PAUD mendidik 30-60 anak, total yang ter-cover mencapai 18 ribu-37 ribu anak. &#8221;Sejak muncul beberapa tahun lalu, jumlah PPT memang semakin banyak. PPT itu sangat membantu dan memfasilitasi pendidikan siswa kalangan menengah ke bawah,&#8221; tegasnya.</p>
<p><em>sumber JPNN</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="pos paud">pos paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="pos paud terpadu">pos paud terpadu</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="cara mengajar paud">cara mengajar paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="cara mengajar anak PAUD">cara mengajar anak PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="cara mendirikan pos PAUD">cara mendirikan pos PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="metode mengajar paud">metode mengajar paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="Alamat paud di surabaya">Alamat paud di surabaya</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="alamat paud surabaya">alamat paud surabaya</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="cara paud">cara paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html" title="pendirian POS PAUD">pendirian POS PAUD</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 5.555 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/pos-paud-terpadu-mempermulus-jalan-anak-menuju-generasi-unggul.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Kekang Siswa PAUD</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 21:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[instruktur PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga PAUD di ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD di ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Direktur pendidikan anak usia dini (PAUD) direktorat pendidikan non formal dan informal (PNFI) Depdiknas Dr Sudjarwo meminta para instruktur PAUD tidak mengajarkan baca tulis kepada siswa PAUD. Karena dikhawatirkan hal itu akan memengaruhi perkembangan jiwa anak. &#8220;Yang boleh hanya mengenalkan baca tulis, bukan mengajarkan,&#8221; ujarnya dalam seminar nasional PAUD di UM kemarin. Dia menyarankan agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Direktur <strong>pendidikan anak usia dini</strong> (<strong>PAUD</strong>) direktorat pendidikan non formal dan informal (PNFI) Depdiknas Dr Sudjarwo meminta para <strong>instruktur PAUD</strong> tidak mengajarkan baca tulis kepada siswa PAUD. Karena dikhawatirkan hal itu akan memengaruhi perkembangan jiwa anak. &#8220;Yang boleh hanya mengenalkan baca tulis, bukan mengajarkan,&#8221; ujarnya dalam seminar nasional PAUD di UM kemarin.</p>
<p>Dia menyarankan agar para pembina itu hanya sebatas memberikan tempat kepada kumpulan anak-anak itu untuk bermain dan berekspresi secara bebas. Para instruktur hanya boleh mengarahkan dan memantau, serta memberikan materi-materi permain yang tidak memberatkan. &#8220;Pokoknya ciptakan anak itu senang dengan kegiatan di PAUD,&#8221; kata Sudjarwo.</p>
<p>Selain itu, untuk pegelolaan PAUD juga tidak dibenarkan jika dikelola terlalu ketat. Karena hal itu justru bisa mengurangi kebebasan anak. Menurut dia akan lebih baik jika PAUD itu dibiarkan alami keberadaannya, tidak terlalu dipaksakan.</p>
<p>Sementara, ditanya soal jumlah ideal lembaga PAUD, Sudjarwo mengatakan, idealnya setiap desa minimal ada dua lembaga PAUD. Saat ini, jumlah PAUD masih sangat kecil. Se-Indonesia baru ada 182.201 lembaga dengan jumlah anak 14 juta lebih. Tahun 2014 nanti, diharapkan jumlah lembaganya naik dan anak yang masuk PAUD bisa mencapai 22 juta. Untuk itu, pemerintah juga memberikan anggaran yang besar untuk PAUD. Tahun ini mencapai Rp 576 miliar jauh lebih besar dibanding TK yang hanya Rp 50 miliar. Tahun depan anggaran PAUD akan dinaikkan lagi menjadi Rp 650 miliar sedangkan TK hanya Rp 100 miliar.</p>
<p>Menurut dia, pengelolaan PAUD terbaik di Indonesia adalah di Jogjakarta dan Aceh. Di dua daerah tersebut jumlah <strong>lembaga PAUD</strong> sudah sangat banyak.</p>
<p><em>sumber JPNN</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="pelajaran siswa paud">pelajaran siswa paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="MENGATASI ANAK MALU USIA PAUD">MENGATASI ANAK MALU USIA PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="Pengelolaan kelas paud">Pengelolaan kelas paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="jumlah ideal murid paud tiap kelas">jumlah ideal murid paud tiap kelas</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="mutiara kata pendidikan">mutiara kata pendidikan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="JUMLAH SISWA YANG IKUT PLAYGROUP DI KABUPATEN MADIUN">JUMLAH SISWA YANG IKUT PLAYGROUP DI KABUPATEN MADIUN</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="Sudjarwo PAUD">Sudjarwo PAUD</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="PAUD TERBAIK SE INDONESIA">PAUD TERBAIK SE INDONESIA</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="jumlah PAUD di indonesia">jumlah PAUD di indonesia</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html" title="Paud terbaik di Indonesia">Paud terbaik di Indonesia</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.319 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/jangan-kekang-siswa-paud.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ribuan Anak Meriahkan Gebyar PAUD</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 May 2009 23:50:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[bupati ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Gebyar PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Gebyar PAUD di ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Gebyar PAUD ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Muhadi Suyono]]></category>
		<category><![CDATA[pameran hasil PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[parade drum band]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapa Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapa Agung Pemkab Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[pentas seni]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Retno Hendrayati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html</guid>
		<description><![CDATA[Unik dan lucu. Itulah suasana Gebyar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di Pendapa Agung Pemkab Ponorogo, kemarin Sabtu (30/1). Tak kurang dua ribu peserta dari berbagai pelosok Ponorogo turut memeriahkan agenda rutin tahunan tersebut. Dalam momen kali ini dipentaskan berbagai kreativitas anak-anak yang belum genap lima tahun itu. Acara ini dihadiri langsung Bupati Muhadi Suyono. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align=left class=tepi src="http://www.mutiara-hati.com/wp-content/uploads/gebyar-paud.jpg" alt="gebyar paud Ribuan Anak Meriahkan Gebyar PAUD"  title="Ribuan Anak Meriahkan Gebyar PAUD" />Unik dan lucu. Itulah suasana <strong>Gebyar PAUD</strong> (<strong>Pendidikan Anak Usia Dini</strong>) di <strong>Pendapa Agung Pemkab Ponorogo</strong>, kemarin Sabtu (30/1). Tak kurang dua ribu peserta dari berbagai pelosok Ponorogo turut memeriahkan agenda rutin tahunan tersebut. Dalam momen kali ini dipentaskan berbagai kreativitas anak-anak yang belum genap lima tahun itu. Acara ini dihadiri langsung Bupati <strong>Muhadi Suyono</strong>.</p>
<p>Di sela-sela penampilan anak-anak, Muhadi Suyono mengatakan PAUD penting untuk perkembangan anak usia belia. Mengingat akan lebih efektif menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi penerus bangsa tersebut. &#8221;Bila sudah diajarkan hal-hal yang positif, mental anak itu akan tumbuh dengan pemikiran yang obyektif,&#8221; terangnya.</p>
<p>Menurut dia, sudah saatnya PAUD menjadi wadah khusus dalam pembelajaran anak. Apalagi, sekarang ini sudah tersebar berbagai lembaga yang bernaung di dalamnya. Untuk itu, sarana dan fasilitas yang sudah tersedia itu akan menjadi tolok ukur dalam meningkatkan potensi anak. &#8221;Ibarat rumah, PAUD itu merupakan pondasi. Jadi bila dibangun maksimal, hasilnya pun juga akan sempurna,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Muhadi menyaksikan hasil kreativitas anak-anak yang dipamerkan. Selain itu, juga melihat pentas seni di panggung Pendapa Agung. Momen tersebut, sekaligus sebagai wahana puluhan anak untuk bisa sekadar berjabat tangan dengan orang nomor satu di lingkup pemkab.</p>
<p><strong>Retno Hendrayati</strong>, salah seorang panitia, mengungkapkan gebyar PAUD ini untuk memperingati Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) dan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juni nanti. &#8221;Meski gaung Hardiknas sudah berlalu, tak salah bila kami tetap mengadakan peringatan,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam momen itu, ditampilkan berbagai potensi anak PAUD. Meliputi parade drum band, pentas seni, pameran hasil PAUD dan layanan konsultasi. Hal ini untuk lebih mengenalkan PAUD ke masyarakat. Sebab, belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. &#8221;Masih minim perhatian, itulah yang kami rasakan sebagai salah satu pengurus PAUD,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Sementara Bayu Aji Perwira, salah satu peserta Gebyar PAUD, mengaku senang dengan kegiatan semacam ini. Baru kali pertama ini, Bayu turut andil dalam pentas seni yang ditonton langsung Bupati Ponorogo. &#8221;Senang, tapi terkadang grogi,&#8221; celotehnya. </p>
<p><em>sumber : JPNN</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="pentas seni anak paud">pentas seni anak paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="gebyar paud">gebyar paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="ribuan anak gebyar paud hardiknas">ribuan anak gebyar paud hardiknas</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="proposal gebyar paud">proposal gebyar paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="proposal gebyar hari pendidikan nasional">proposal gebyar hari pendidikan nasional</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="pentas seni anak preschool">pentas seni anak preschool</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="Foto-foto hardiknas paud di madiun">Foto-foto hardiknas paud di madiun</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="pentas anak paud">pentas anak paud</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="paud hardiknas">paud hardiknas</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html" title="info pos paud">info pos paud</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 7.798 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/ribuan-anak-meriahkan-gebyar-paud.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang di website Mutiara Hati</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 01:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terkini]]></category>
		<category><![CDATA[kota Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Hati Preschool and Kindergarten]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[preschool Mutiara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/v2/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Mutiara Hati merupakan pra sekolah &#038; taman kanak-kanak yang terletak di kota reog Ponorogo, Jawa Timur. Kami menyediakan tempat pembelajaran bagi usia dini dengan kualitas yang terbaik &#038; sekaligus terjangkau. Usia 1 &#8211; 5 tahun adalah usia emas bagi pertumbuhan &#038; perkembangan anak, sehingga pada usia inilah pendidikan &#038; pengetahuan dasar merupakan bagian penting di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.mutiara-hati.com/images/DSCN2044.jpg" alt="logo-mutiarahati1" title="logo-mutiarahati1" width="100" height="101" class="alignleft size-full wp-image-103" />Mutiara Hati merupakan pra sekolah &#038; taman kanak-kanak yang terletak di kota reog Ponorogo, Jawa Timur. Kami menyediakan tempat pembelajaran bagi usia dini dengan kualitas yang terbaik &#038; sekaligus terjangkau.<br />
Usia 1 &#8211; 5 tahun adalah usia emas bagi pertumbuhan &#038; perkembangan anak, sehingga pada usia inilah pendidikan &#038; pengetahuan dasar merupakan bagian penting di dalamnya.</p>
<p>Dengan dasar itulah, maka muncul kerinduan untuk mendirikan <strong>Pendidikan Anak Usia Dini</strong> (<strong>PAUD</strong>) di <strong>kota Ponorogo</strong>, yang tidak hanya menerapkan sistem pembelajaran di dalam kelas (indoor), tetapi juga di luar kelas (outdoor).<br />
Oleh karena itu maka, maka sejak tanggal 14 mei 2007 didirikanlah <strong>Mutiara Hati Preschool and Kindergarten</strong> yang bertempat di jalan Siberut no 18 Ponorogo.<br />
Mutiara Hati menyadari bahwa setiap anak sekolah adalah individu yang unik yang memiliki potensi-potensi terpendam yang dapat digali dan dikembangkan. Oleh karena itu, Mutiara Hati berusaha menggali dan mengembangkan potensi-potensi terpendam tersebut dengan metode interaktif disertai fasilitas modern, sehingga anak-anak bisa mengemukakan pendapatnya dengan leluasa.</p>
<p>Mutiara Hati menerapkan sistem komunikasi multi bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris &#038; Bahasa Mandarin. Setiap hari, anak-anak akan berinteraksi dengan Bahasa Inggris yang disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Anak-anak akan diperkaya kosakata baru dalam bahasa asing.</p>
<p>Keseimbangan antara intelektual dan kreativitas serta hubungan sosial dan emosional merupakan hal utama yang akan menjadi bagian pembelajaran anak-anak di Mutiara Hati .</p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="www mutiara hati com">www mutiara hati com</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="www mutiarahati com">www mutiarahati com</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="www mutiara-hati com">www mutiara-hati com</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="website mutiara">website mutiara</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="mutiara-hati com">mutiara-hati com</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="Mutiara hati com">Mutiara hati com</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="http://www mutiara hati com/">http://www mutiara hati com/</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="mutiarahati com">mutiarahati com</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="mutiara hati hari jumat">mutiara hati hari jumat</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html" title="hati yang selamat">hati yang selamat</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.065 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/selamat-datang-di-website-mutiara-hati.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
