<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mutiara Hati &#187; dongeng</title>
	<atom:link href="http://www.mutiara-hati.com/tag/dongeng/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mutiara-hati.com</link>
	<description>a different touch to be smart</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Mar 2010 00:30:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Jadilah Pendongeng yang Ekspresif</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/jadilah-pendongeng-yang-ekspresif.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/jadilah-pendongeng-yang-ekspresif.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 00:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Mendidik anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Ingatkah Anda saat si kecil menyodorkan buku cerita dan meminta Anda membacakan cerita saat ia hendak tidur? Manfaatkan momen seperti ini, tak hanya makin mendekatkan hubungan Anda dengan anak, tetapi juga memberikan pendidikan baginya. Sebab, para ahli berpendapat bahwa dongeng dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam mendidik anak.
Namun, bagaimana cara mendongeng yang benar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width=200 align=left class=tepi src="http://www.kompas.com/data/photo/2009/05/27/0900576p.jpg" alt="0900576p Jadilah Pendongeng yang Ekspresif"  title="Jadilah Pendongeng yang Ekspresif" />Ingatkah Anda saat si kecil menyodorkan buku cerita dan meminta Anda membacakan cerita saat ia hendak tidur? Manfaatkan momen seperti ini, tak hanya makin mendekatkan hubungan Anda dengan anak, tetapi juga memberikan pendidikan baginya. Sebab, para ahli berpendapat bahwa <strong>dongeng</strong> dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam <strong>mendidik anak</strong>.</p>
<p>Namun, bagaimana cara mendongeng yang benar agar pesan dapat tersampaikan dengan benar? Kak Kusomo yang dikenal sebagai raja dongeng membagi beberapa tips cara mendongeng yang baik:</p>
<p><strong>1. Pendongeng harus ekspresif</strong>. Untuk menarik perhatian anak, seorang pendongeng harus dapat berekspresi dan enerjik. &#8220;Kalau pendongeng lemas dan datar dalam mendongeng, mana ada anak yang mau mendengar,&#8221; ujar Kak Kusomo.</p>
<p>Menurutnya, dalam mendongeng harus ada perubahan intonasi, mimik wajah, dan gerakan tubuh. &#8220;Oleh karena itu, untuk menjadi pendongeng ekspresif, mimik wajah, intonasi, dan bahasa tubuh harus terus dilatih.&#8221;</p>
<p><strong>2. Banyak membaca</strong>. Menurut Kak Kusomo, seorang pendongeng harus mempunyai banyak cerita. Pasalnya, anak akan bosan jika terus-menerus mendengar cerita yang sama. &#8220;Perbanyaklah membaca cerita-cerita rakyat atau literatur lain. Dengan begitu, pendongeng juga dapat berimprovisasi dalam mendongeng,&#8221; tutur Kak Kusomo.</p>
<p><strong>3. Memilih cerita yang mempunyai pesan</strong>. Tidak semua cerita rakyat mempunyai pesan moral yang bagus bagi anak-anak. &#8220;Ada beberapa cerita rakyat yang tidak cocok untuk anak, misalnya tentang perang saudara dan lain-lain. Jadi pilihlah cerita-cerita yang pesan moral atau budayanya dapat ditiru anak,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><strong>4. Sesuaikan dengan usia anak</strong>. Kak Kusomo menuturkan tiap-tiap tingkatan umur. Untuk umur di bawah 5 tahun, dongeng yang cocok adalah mengenai lingkungan, seperti cerita hewan atau tumbuhan. Pada umur 5-7 tahun, anak boleh mulai dikenalkan dengan cerita rakyat. Selanjutnya, anak pada umur 9-12 tahun cocok dengan cerita mengenai fiksi, seperti petualangan. Usia maksimal anak diberi dongeng adalah umur 12 tahun. Setelah itu anak perlu dirangsang dengan metode cerita bersama, seperti diskusi.  </p>
<p><em>sumber KOMPAS</em></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/jadilah-pendongeng-yang-ekspresif.html" title="bagaimana cara mendongeng untuk anak usia 1 tahun">bagaimana cara mendongeng untuk anak usia 1 tahun</a> (1)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.536 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/jadilah-pendongeng-yang-ekspresif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mainan Kreatif yang Murah,  Origami Rangsang Imajinasi Anak</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 May 2009 21:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[Origami]]></category>
		<category><![CDATA[pakar origami]]></category>
		<category><![CDATA[playgroup]]></category>
		<category><![CDATA[SD]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dasar]]></category>
		<category><![CDATA[seni melipat kertas]]></category>
		<category><![CDATA[taman kanak-kanak]]></category>
		<category><![CDATA[TK]]></category>
		<category><![CDATA[usia balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/v2/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[MAINAN yang menyenangkan bagi anak tidak harus mahal. Origami atau seni melipat kertas asal Negeri Sakura bisa menjadi salah satu alternatif pilihan mainan murah, namun menyenangkan. Hanya dibutuhkan kertas lipat warna-warni, lem, dan gunting. Dengan ketiga benda tersebut, anak-anak bisa membuat origami dengan berbagai bentuk.
Namun, untuk anak-anak usia balita hingga taman kanak-kanak (TK), lebih baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align=left class=tepi src="http://www.mutiara-hati.com/wp-content/uploads/origami.jpg" alt="origami Mainan Kreatif yang Murah,  Origami Rangsang Imajinasi Anak" title="origami" width="250" class="alignleft size-full wp-image-309" />MAINAN yang menyenangkan bagi anak tidak harus mahal. <strong>Origami</strong> atau <strong>seni melipat kertas</strong> asal Negeri Sakura bisa menjadi salah satu alternatif pilihan mainan murah, namun menyenangkan. Hanya dibutuhkan kertas lipat warna-warni, lem, dan gunting. Dengan ketiga benda tersebut, anak-anak bisa membuat origami dengan berbagai bentuk.</p>
<p>Namun, untuk anak-anak <strong>usia balita</strong> hingga <strong>taman kanak-kanak</strong> (<strong>TK</strong>), lebih baik hanya menggunakan kertas lipat dan lem. &#8221;Gunting terlalu berbahaya untuk anak-anak pada usia tersebut,&#8221; kata <strong>pakar origami</strong> dari Yayasan ALIT Gunardi Aswantoro. Penggunaan gunting bisa mulai diterapkan kepada anak-anak usia SD.</p>
<p>Karena mudah dan murah, permainan yang satu itu mulai banyak dikembangkan dan diterapkan di sejumlah <strong>playgroup</strong>, taman kanak-kanak (TK), hingga <strong>sekolah dasar</strong> (<strong>SD</strong>). Seni melipat asal Jepang itu memang tidak hanya menyenangkan, tapi juga memberikan banyak manfaat bagi anak-anak.</p>
<p>Menurut Gunardi yang juga manajer program Yayasan ALIT, origami memiliki manfaat yang beragam. Salah satu di antaranya, mengajak anak belajar mengembangkan kreativitas.</p>
<p>Dengan belajar origami, anak-anak bisa belajar membuat model origami yang jumlahnya puluhan. &#8221;Dengan arahan yang tepat, seorang anak bisa memilih model origami yang ingin dibuatnya. Kalau sudah mahir, dia pasti ingin menciptakan model origami ciptaan sendiri,&#8221; jelas Gunardi. Dari situ, lanjut Gunardi, imajinasi atau daya khayal anak otomatis ikut berkembang.</p>
<p>Selain merangsang <strong>kreativitas</strong> dan <strong>imajinasi</strong>, membuat origami juga bisa mengasah mental geometrik anak. Maksudnya, pada usia dini, anak sudah mengenal rancang bangun. &#8221;Jadi, sejak kecil mereka sudah paham bentuk-bentuk seperti diagonal, segitiga siku-siku, sampai segitiga sama sisi,&#8221; tutur pria 36 tahun itu.</p>
<p>Origami juga dapat melatih motorik halus dan merangsang tumbuhnya motivasi kepada anak. Untuk itu, lanjut Gunardi, jika seorang anak berhasil membuat sebuah model, dia pasti terdorong untuk membuat model yang lebih rumit dan membutuhkan ketelatenan yang tinggi. &#8221;Anak itu seolah dituntut untuk menjadi lebih tekun, telaten, dan teliti tanpa merasa bosan. Itu berdampak, jika suatu hari nanti dihadapkan pada suatu permasalahan, dia tidak akan dengan mudah menyerah,&#8221; ujar pria yang akrab disapa Sensei oleh murid-muridnya itu.</p>
<p>Selain membawa manfaat bagi perkembangan otak anak, origami ternyata menjadi media komunikasi yang baik. Menurut Gunardi, membuat origami bersama di dalam kelas bisa membantu menjalin komunikasi antarteman sebaya. &#8221;Mereka bisa saling meminjam peralatan atau menanyakan model origami apa yang mereka buat,&#8221; lanjut ayah dua putra itu.</p>
<p>Gunardi sendiri menggunakan origami sebagai media untuk mendongeng. Setiap selesai membuat origami bersama, dia akan menceritakan sebuah <strong>dongeng</strong> dengan origami sebagai alat bantu. &#8221;Selain anak-anak tidak bosan, ceritanya juga lebih menarik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk itu, Gunardi mengharapkan peran aktif orang tua di rumah. &#8221;Paling tidak, orang tua bisa ikut mengarahkan putra-putrinya ketika mereka membuat origami sehingga terjalin komunikasi,&#8221; kata pria yang mulai menekuni origami sejak September tahun lalu itu.</p>
<p><em>sumber : JPNN</em></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="mainan kreatif">mainan kreatif</a> (23)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="mainan kertas lipat">mainan kertas lipat</a> (14)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="belajar membuat origami">belajar membuat origami</a> (12)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="manfaat belajar melipat bagi anak TK">manfaat belajar melipat bagi anak TK</a> (10)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="artikel origami">artikel origami</a> (7)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami untuk anak-anak">origami untuk anak-anak</a> (7)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami untuk anak">origami untuk anak</a> (7)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="ORIGAMI TK">ORIGAMI TK</a> (6)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="origami anak">origami anak</a> (6)</li><li><a href="http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html" title="mainan kreatif anak">mainan kreatif anak</a> (4)</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.057 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/mainan-kreatif-yang-murah-origami-rangsang-imajinasi-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
