Resensi Buku : Mengenal Anak Hiperaktif Sejak Dini

cover-buku-anak-hiperaktifResensi Buku : Mengenal Anak Hiperaktif Sejak Dini
Judul : Anak Hiperaktif : Cara Cerdas Menghadapi Anak Hiperaktif dan Gangguan Konsentrasi
Penulis : Ferdinand Zaviera
Penerbit : Ar-Ruzz Media – Yogyakarta
Cetakan I : Juni 2007
Tebal : 184 halaman

Lebih lengkap …

Tips Cara Mengarahkan Anak Hiperaktif

Tips Cara Mengarahkan Anak HiperaktifTips Cara Mengarahkan Anak Hiperaktif
Ada dua ketakutan kaum ibu menyangkut anaknya, autis dan hiperaktif.
Jika anaknya terkena autis, ibu akan sangat gugup karena anaknya tak fokus, cenderung pendiam dan sulit beradaptasi. Jika hiperaktif malah gelisah karena anaknya susah dikendalikan. Padahal, rata-rata anak autis dan hiperaktif punya KECERDASAN yang LUAR BIASA.

Lebih lengkap …

Kalem Hadapi Anak Hiperaktif

anak hiperaktifKalem Hadapi Anak Hiperaktif
SEBUTAN anak hiperaktif identik dengan anak yang selalu aktif dan tak bisa diam. Pengasuh atau orang tua kadang merasa capek melihat tingkah mereka. Kalau emosi tak tertahankan, anak rentan dididik dengan kekerasan.

Lebih lengkap …

Blowing Balloon Tingkatkan Konsentrasi Anak Autis

anak autisBlowing Balloon Tingkatkan Konsentrasi Anak Autis
Pendekatan “bermain sambil belajar” umumnya diberikan untuk anak prasekolah, taman kanak-kanak, dan anak usia SD. Pendekatan itu efektif karena dapat meningkatkan kemampuan kognitif, memenuhi perasaan ingin tahu, kemampuan inovatif, kritis, dan kreatif, juga membantu mengatasi perasaan bimbang dan tertekan. Dengan merancang pelajaran tertentu untuk dilakukan sambil bermain, anak belajar sesuai tuntutan taraf perkembangannya.

Lebih lengkap …

Anak Hiperaktif, Dianjurkan Ikut Kelas Inklusi

anak hiperaktifAnak Hiperaktif, Dianjurkan Ikut Kelas Inklusi
Anak hiperaktif sering digambarkan sebagai pembuat onar. Karena itu, tak sedikit yang bertanya, bagaimana jika anak hiperaktif disekolahkan di sekolah umum dan membuat kekacauan di kelas?

Tentu, kelas menjadi tidak nyaman sehingga memecah konsentrasi belajar murid lain. Anak yang bersangkutan juga tidak bisa berkembang dengan baik. “Sejak awal, sebaiknya orang tua dan guru sama-sama tahu apakah si anak normal atau tidak,” kata Dadang Bagoes Prihantono SPd, guru kelas 4 praklasikal SDN Klampis Ngasem I/264 (inklusi), Surabaya.

Dia menegaskan, jangan sekali-sekali orang tua menyembunyikan keadaan anak dan memaksanya masuk kelas reguler. “Kelas reguler adalah tempat untuk anak-anak biasa,” tuturnya.

Lebih lengkap …