Rendah Kesadaran Orang Tua Masukkan Anak Ke PAUD
Meskipun dianggap penting, namun kesadaran para orang tua untuk memasukkan anaknya ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Jogja masih sangat rendah. Data yang dihimpun Forum PAUD Kota Jogja menyebutkan, dari keseluruhan orang tua yang memiliki anak usia PAUD (1-6 tahun) di Kota Jogja, hanya 40 persen orang tua yang punya kesadaran memasukkan anaknya ke PAUD.
Banyak alasan yang menyebabkan hal ini terjadi. Misalnya keterbatasan waktu orang tua untuk mendampingi anak-anaknya. Serta faktor eknomi. “Namun, sebagian besar memang kesadarannya yang kurang,” terang Ketua Forum PAUD Kota Jogja Tri Kirana Muslidatun disela- sela puncak acara Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Jogja di halaman Balai Kota Jogja kemarin (1/8).
Menurut istri Wakil Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti ini, upaya membangun kesadaran terhadap orang tua akan arti pentingnya pendidikan anak usia dini ini akan terus dilakukan. Ini dianggap penting, karena pada usia balita merupakan usia emas untuk menentukan masa depan sang anak.
Upaya lain yang dilakukan adalah dengan mendirikan sebanyak mungkin lokasi-lokasi PAUD di Kota Jogja. Baik dengan menggunakan ada dari Pemkot Jogja, maupun bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan lewat program sosial (Corporate Social Responsibility, CSR).” Kami membuka peluang bagi banyak pihak untuk ikut ambil bagian dalam pendidikan anak usia dini ini,” lanjut Ana Haryadi sapaan akrabnya.
Kurangnya antusiasme para orang tua ini, lanjut Ana, kalah dibandingkan dengan semangat anak- anak. Dari sekitar 29 ribu anak usia PAUD di Kota Jogja, sebanyak 23 ribu diantaranya sudah masuk dalam lembaga PAUD. Dan diantara jumlah itu, sebagian diantaranya mengikuti PAUD justru tidak didampingi orang tua atau pembantu. Sebagian datang sendiri tanpa pendampingan, dan sebagian lagi karena dijemput relawan PAUD.
Kendala lain pengembangan PAUD di Kota Jogja, lanjut Ana adalah keterbatasan jumlah relawan pendidik. Dari sebanyak 23 ribu anak PAUD di Kota Jogja, baru didampingi sebanyak 2.300 relawan pendidik. Komposisi itu dianggap belum ideal. Karena, idelnya satu pendamping hanya mendampingi empat anak.
Tak hanya itu, kendala lain, PAUD di Kota Jogja yang sebagian besar diinisiasi PKK ini, sebagian besar tenaga relawan pendidiknya merupakan orang-orang yang sudah berumur (tua). “Karena itulah, pihaknya berharap akan ada bantuan peran serta para generasi muda, khususnya dari anggota Karang Taruna untuk ikut ambil bagian aktif dalam penanganan anak-anak usia PAUD ini,” harap wanita berkaca mata minus ini.
Data lain menyebutkan, sebanyak 80 persen anak-anak yang ikut dalam pendidikan PAUD yang dikelola PKK ini berasal dari keluarga kurang mampu dan miskin. Mereka memilih ke PAUD, bukan ke play group karena alasan biaya. Sebab, jika masuk ke play group mereka akan membutuhkan biaya besar. Sementara di PAUD biaya digratiskan. Karena itulah, tak mengherankan jika keberadaan PAUD- PAUD di Kota Jogja sekitar 30 persen diantaranya berada di tengah keluarga kurang mampu dan miskin.
sumber : radar jogja
Incoming search terms for the article:
- pengertian pendampingan orang tua (3)
- Hambatan Penyelenggaraan outbound anak usia dini (2)
- alasan memilih PAUD (1)
- orang tua pendampingan belajar anak (1)
- paud (1)
- pendampingan orang tua (1)
- peran orang tua dalam paud (1)
- peran ortu pada paud (1)
- tingkat kesadaran orang tua dalam paud (1)
- mengapa orang tua memasukkan anaknya ke paud (1)
August 28th, 2009 at 5:26 PM
Salam kenal,
saya Dhiyu, pengelola sebuah lembaga pendampingan belajar dan tumbuh kembang anak yang sedang berkembang di yogya. Saya ingin menanyakan mungkin ada peluang kerjasama yang bisa dijalin antara lembaga saya dengan Mutiara Hati. Terima kasih.
Informasi lengkap tentang lembaga kami dapat dilihat dalam weblog kami :
September 28th, 2009 at 1:20 PM
saya seorg manusia biasa yg tdk bisa berbuat apa2 ingin mengucapkan
selamat telah mendirikan sekolah ternama di batam. saya hanya bisa bilang salut&bangga,itu saja yg bisa saya katakan wassalam.