Program Keuangan Usanjaya-Intan Tirza untuk Pendidikan Anak

Menyiapkan pendidikan yang baik untuk buah hati merupakan salah satu prioritas pasangan Usanjaya, 33, dan Intan Tirza Paramita, 29. Mereka tidak menunda waktu untuk hal itu. Supaya Damita Kayra Usanisa, nama anak semata wayang mereka, bisa bersekolah setinggi-tingginya di tempat yang berkualitas, Usan dan Intan menyiapkan dana sejak si kecil lahir tiga tahun silam.

Pemikiran tersebut diprakarsai Intan. Perempuan kelahiran 22 Februari 1980 itu menyadari bahwa biaya pendidikan si kecil nanti pasti tidak sedikit. Butuh dana hingga ratusan juta untuk menyekolahkan bocah yang biasa dipanggil Kayra itu. Mulai prasekolah hingga perguruan tinggi. Bila pendanaan tidak disiapkan jauh-jauh hari, mereka khawatir akan kalang kabut di masa mendatang.

”Kami nggak ingin hidup seperti keluarga dalam tayangan iklan bank,” kata Intan. ”Itu lho yang ceritanya mereka menjual motor untuk biaya anak sekolah SD. Lalu, menjual mobil saat anaknya SMP. Terus, terpaksa menjual rumah saat anaknya kuliah. Ngeri banget,” imbuh perempuan yang bekerja sebagai konsultan sistem manajemen PT Surveyor Indonesia itu.

Atas dasar pemikiran tersebut, keduanya mencapai kata sepakat. Harus ada dana yang disimpan segera untuk pendidikan Kayra. Pasangan yang tinggal di kawasan Manyar Indah itu tak asal menabung. Mereka memikirkan saving yang tepat dan protektif.

Intan sampai berburu literatur yang mengulas mengenai persiapan dana pendidikan. Setelah menyerap ilmu dari berbagai buku, mereka mantap membuka asuransi pendidikan. ”Untuk asuransinya, kami juga memilih yang berinvestasi supaya ada tambahan selain pokoknya itu,” katanya.

Intan juga belajar lebih mendalam mengenai perencanaan keuangan. Tentu saja yang menjadi fokusnya masih seputar pembiayaan dana pendidikan anak. Dari literatur yang dibacanya itu, Intan mengetahui bahwa biaya pendidikan bisa diperkirakan sejak awal.

Intan lantas mencoba rancangan yang lebih spesifik. Dia membuat perhitungan dengan cermat, mengetiknya, dan mencetaknya hingga serupa proposal. Rancangan tersebut dibuatnya tiga tahun lalu. ”Ini merupakan panduan kami untuk pembiayaan sekolah anak nanti,” ujarnya seraya menujukkan print-out rancangan pendidikan anak tersebut.

Rancangan itu dimulai dengan membuat perkiraan tahun Kayra masuk dunia pendidikan, mulai playgroup (PG) hingga perguruan tinggi. Setelah itu, baru Intan merancang perkiraan biaya berdasar jenjang pendidikan. Cara perhitungannya cukup mudah.

Misalnya, untuk perkiraan biaya pendidikan playgroup. Intan memperkirakan uang pangkal pada saat rancangan itu dibuat, lalu menambahkan dengan perkiraan uang pangkal saat Kayra masuk kelak. ”Saya membuat ini 2006. Saya mengambil contoh uang pangkal PG di sebuah institusi yang cukup ternama saat itu Rp 1,5 juta. Kayra mulai masuk PG pada 2008. Perkiraan uang pangkal PG tersebut pada 2008 menjadi sekitar Rp 1,8 juta,” jelasnya.

Jumlah itu dibagi dengan jumlah bulan hingga Kayra masuk PG. Dalam dua tahun, dari 2006 ke 2008, Intan bisa menentukan uang yang harus ditabung per bulan untuk menutup biaya Kayra di PG. Perhitungan yang sama dilakukan untuk perkiraan biaya pendidikan di jenjang lain.

Jika seluruh perkiraan pembiayaan pendidikan dari tiap jenjang sudah didapat, seluruhnya bisa dijumlah. Dari situ, pada akhirnya didapat angka yang harus ditabung per bulan untuk memenuhi seluruh biaya pendidikan Kayra hingga kuliah.

”Kami sih berusaha untuk menabung sesuai dengan nominal yang dianggarkan. Tapi, bila ada sesuatu yang mendesak dan uang terpakai, setidaknya kami paksakan diri menabung meski jumlahnya hanya setengah dari seharusnya,” ujar Usan.

sumber : JPNN

belajar perencanaan keuangan, prosal pt hati mutiara, perkiraan biaya pendidikan playgroup, perkiraan biaya masuk TK, perkiraan biaya masuk pre school, literatur tentang anak disleksia, dunia pendidikan anak, contoh proposal pembiayaan pendidikan, biaya pendidikan playgroup, biaya pendaftaran baby class

Baca juga ...

  • Mutiara Hati Preschool & Kindergarten mengikuti Diklat Nasional
  • Program Rutin Sekolah Mutiara Hati
  • Program Rutin Sekolah
  • Program Sekolah
  • Mutiara Hati mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Nasional “TEACHING REVOLUTION # 1″ (Mengubah Pembelajaran Membosankan Menjadi Menggairahkan)
  • Usulkan Pendidikan S-1 PAUD
  • Rendah Kesadaran Orang Tua Masukkan Anak Ke PAUD
  • Pos PAUD Terpadu, Mempermulus Jalan Anak Menuju Generasi Unggul
  • Anak Hiperaktif, Dianjurkan Ikut Kelas Inklusi
  • Mike S. Arifin, Sosok di Balik Suksesnya Himpaudi Raih Juara I Nasional
  • Mutiara Hati mengikuti Pelatihan Pembuatan Proposal PAUD
  • Mutiara Hati Preschool & Kindergarten mengikuti Orientasi Pembelajaran Pendidik PAUD Tahun 2009
  • Si Kecil Ogah Belajar Pipis di Toilet
  • Jangan Kekang Siswa PAUD
  • Selamat Datang di website Mutiara Hati
  • Anak Jadi Nakal karena Disebut Nakal
  • Menjadikan Anak Didik Penuh Cinta
  • Stimulasi IQ-EQ-SQ sejak Prasekolah
  • Ribuan Anak Peringati HAN di Pendopo Kabupaten Ponorogo
  • Ribuan Anak Meriahkan Gebyar PAUD

  • RSS feed | Trackback URI

    Comments »

    No comments yet.

    Name (required)
    E-mail (required - never shown publicly)
    URI
    Your Comment (smaller size | larger size)
    You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

    Trackback responses to this post

    Improve the web with Nofollow Reciprocity.
    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.