Menstimulasi Perkembangan Otak Anak





dunia anakMENIKMATI masa liburan sangat menyenangkan bagi si kecil.Sebaiknya orangtua mengisinya dengan kegiatan menyenangkan sekaligus mendidik.

Tujuannya,tentu saja menambah pengetahuan. Pakar emotional intelligence dari Radani Edutainment, Hanny Muchtar Darta, Certified EI PSYCH-K SET mengatakan, banyak cara melewatkan liburan menyenangkan sekaligus mendidik. Misalnya,melewati liburan dengan mengunjungi museum atau kebun binatang. ’’Memberikan liburan yang bersifat edukatif bisa menjadi pilihan untuk menetralisasi ketegangan saat di sekolah. Pikiran mereka akan lebih rileks dan bisa menumbuhkan semangat baru untuk belajar,’’ paparnya.

Hanny menambahkan, fungsi liburan edukatif sama seperti belajar di luar kelas. ’’Biasanya anak-anak akan lebih semangat karena suasananya santai dan tidak kaku,’’ ungkap Ketua Radani Edutainment dan El Center (yayasan sosial dengan kegiatan menstimulasi kecerdasan dan kesehatan anak dan keluarga) ini. Liburan edukatif sama juga menggunakan liburan sebagai salah satu pendekatan dalam menstimulasi perkembangan otak anak.

Artinya, liburan tersebut bisa mencerdaskan emosi ataupun intelektual anak.’’Saya sudah melakukan survei ke beberapa tempat liburan. Ternyata di Indonesia terdapat 175 tempat liburan edukatif,” ujar ibu dua anak ini. Selanjutnya, Hanny juga mengingatkan agar liburan edukatif sebaiknya dilakukan sebulan sekali.

’’Dengan liburan edukatif, mampu menguatkan jaringan-jaringan (neural pathways) di otak yang semakin kuat sehingga anak mudah menerima pengetahuan baru, baik yang dilihat, didengar, dan dirasakannya,’’ papar wanita yang mengambil pendidikan psychology kinesiology (PSYCH-K) di California dan Miami pada 2006 dan 2007 ini. Sementara itu, konselor dan Kepala Lembaga Pelayanan Psikologi dari Universitas Krida Wacana (LPP UKRIDA) Clara Moningka SPsi MSi mengatakan, liburan yang dipilih orangtua bagi anak haruslah menyenangkan.

Dia juga mengingatkan, saat musim liburan sebaiknya anak jangan dibiarkan hanya menonton film atau ber-game ria. ’’Karena tidak ada aktivitas fisik dan membuat mereka menjadi malas,’’ ucapnya. Sebaiknya liburan diisi dengan banyak kegiatan yang menambah wawasan,misalnya diajak ke suatu tempat seperti Candi Prambanan atau Borobudur. ’’Orangtua bisa ikut menceritakan asal usul tempat tersebut,” ucapnya.

Sesuaikan Usia Anak
Liburan edukatif ternyata bisa dilakukan di mana saja. Untuk pemilihan tempat, sebaiknya sesuaikan usia anak. ’’Sebaiknya semua kegiatan liburan disesuaikan usia anak, yang juga disesuaikan dengan tahap perkembangannya,” tutur Clara Moningka.

Clara menjelaskan, anak berusia lima tahun ke bawah sebaiknya lebih banyak diberikan waktu bermain. Sementara itu, untuk anak lima tahun ke atas lebih difokuskan dengan aktivitas di luar ruangan. Untuk waktu liburannya,Clara mengatakan tidak ada patokan. Artinya, semua tergantung kepribadian anak.Pada dasarnya liburan adalah sarana refreshing, melepaskan diri dari aktivitas dan ketegangan. ’’Jadi,tergantung pribadi anak, tetapi liburan edukatif seharusnya tidak membuat anak menjadi malas.

Sebab, tujuannya membuat anak punya semangat belajar baru,” ujar Clara. Sementara itu,Hanny Muchtar Darta, Certified EI,PSYCH-K SET menuturkan, untuk menentukan waktu liburan harus dibatasi. ’’Tujuan berlibur adalah membuat anak mempunyai pengalaman baru. Jadi,waktunya pun harus ditentukan. Sebab,jika terlalu lama malah akan membuat anak menjadi malas dan tidak bertanggung jawab untuk ke sekolah,”ucapnya.

Hanny juga mengingatkan, orangtua tidak harus memilih tempat liburan dengan ongkos yang mahal.’’Orangtua harus kreatif untuk mencari tempat liburan edukatif dengan biaya terjangkau,’’ tandasnya.

sumber : Koran Sindo

Incoming search terms for the article:


Baca juga ...

  • Mari Menggambar sejak Kecil
  • Penggunaan Gadget pada anak, Hindarkan sebelum Usia Enam Tahun
  • Percuma Ngajari Bahasa Asing ke Anak Kalau Ortu Gak Bisa
  • TV Hambat Perkembangan Bahasa Bayi
  • Stimulasi IQ-EQ-SQ sejak Prasekolah
  • Memilih Mainan Sesuai Usia Anak
  • Anak Disleksia Kesulitan Membaca dan Menulis
  • Ibu Perokok, Anak pun Merokok
  • Mainan Kreatif yang Murah, Origami Rangsang Imajinasi Anak
  • Sarapan Berkualitas untuk Anak

  • Belum ada tanggapan

    Berikan tanggapan





    XHTML: Anda bisa menggunakan tag : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Improve the web with Nofollow Reciprocity.
    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.