Mengajari Anak Mengambar





TANYA
SAYA guru di sebuah sekolah TK di Gresik. Di kelas saya, terdapat beberapa anak yang sangat suka corat-coret gambar di kertas atau papan tulis. Bahkan kadang-kadang di dinding. Tampaknya, dia sangat menikmati aktivitas menggambar sehingga bila saya larang, anak-anak ngambek. Mohon penjelasan, apa yang harus saya lakukan untuk membimbing agar keinginan menggambar tersebut bisa tersalurkan dengan benar?

JAWAB
Perlu diketahui, gambar anak bersifat unik. Artinya, tidak ada dua anak yang gambarnya persis sama. Namun, garis besar perkembangan gambar anak memiliki beberapa persamaan. Batas tiap tahap perkembangan tidak selalu tegas. Suatu tahap bisa sedikit lebih lambat atau kadang lebih cepat. Perkembangan gambar anak usia TK (usia 5- 6 tahun) memiliki ciri-ciri mementingkan bagian tertentu objek, perkembangan skema, seiring perkembangan integrasi indra, dan perkembangan konsep ruang & waktu.

Bagi anak, gambar merupakan bahasa ungkap apa yang ingin diceritakan. Untuk itu, tidaklah salah pelajaran yang paling penting dan menyenangkan bagi anak kecil adalah menggambar. Menggambar, bagi anak, merupakan cara yang menyenangkan untuk belajar menyelesaikan suatu aktivitas, cara untuk duduk diam dan memusatkan perhatian, serta cara menciptakan sesuatu yang dihargai orang lain (apresiatif). Bagi anak yang banyak melakukan aktivitas menggambar, kemungkinan mempertahankan rasa percaya diri dalam kemampuan artisitiknya di kemudian hari lebih besar.

Pada usia 5-6 tahun, biasanya anak mulai membuat gambar sesuatu objek. Anak mulai tahu apa yang ingin mereka gambar dan bila merasa tidak bisa mewujudkannya, mereka akan merasa jengkel atau menyerah dan sayangnya banyak yang demikian. Berikut beberapa kiat yang bisa Ibu lakukan dalam membimbing aktivitas menggambar anak secara tepat.

Sediakan buku mewarnai dan buku menggambar dengan menghubungkan titik-titik yang membentuk sebuah gambar. Latihan menghubungkan gambar titik-titik itu akan melatih berkembangnya motorik halus dan kemampuan mengidentifikasi sebuah bentuk.

Dorong anak untuk meniru bentuk sederhana dengan cara membuat berbagai bentuk yang mengikuti lubang pada penggaris khusus, termasuk potongan teka-teki gambar, piring, balok mainan, atau berbagai bentuk kayu.

Letakkan uang logam di bawah kertas dan gunakan pensil lunak atau krayon untuk cetakan gambar uang logam. Cobalah juga membuat cetakan gambar dari kulit kayu, kartu, atau kertas dinding yang dicetak timbul.

Anjurkan kepada anak yang sudah lebih besar untuk meniru gambar sederhana, lalu diskusikan apa yang perlu dilakukan untuk membuat gambar tersebut lebih baik.

Perkenalkan anak dengan berbagai media gambar. Anak bisa menggambar bentuk sederhana dari krayon, lalu digabungkan dengan menempelkan foto, guntingan gambar mobil di jalan, kuda di lapangan, kapal di laut, dan sebagainya yang digunting dari majalah. Untuk lebih mewadahi kreativitas dan imajinasi anak, selalu berikan dorongan agar anak membuat ”gambar bebas” di samping pelajaran yang terstruktur.

Dorong anak yang lebih besar untuk mengekspresikan bagaimana perasaan mereka dengan menggambar atau melukis. Misalnya, “Buat gambar mengenai betapa marah atau sedih hatimu.” Selamat mencoba.

sumber JPNN

Incoming search terms for the article:


Baca juga ...

  • Mengajak Anak Ikut Berhemat
  • Cara Mengajari Anak Berbagi
  • Jangan Remehkan Gangguan Tidur pada Anak
  • Konsultasi : Toilet training, Ke Sekolah Pakai Diaper
  • Konsultasi : Anak Suka Baca Buku
  • Anak Disleksia Kesulitan Membaca dan Menulis

  • Belum ada tanggapan

    Berikan tanggapan





    XHTML: Anda bisa menggunakan tag : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Improve the web with Nofollow Reciprocity.
    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.