Mainan Kreatif yang Murah, Origami Rangsang Imajinasi Anak





origami Mainan Kreatif yang Murah,  Origami Rangsang Imajinasi AnakMAINAN yang menyenangkan bagi anak tidak harus mahal. Origami atau seni melipat kertas asal Negeri Sakura bisa menjadi salah satu alternatif pilihan mainan murah, namun menyenangkan. Hanya dibutuhkan kertas lipat warna-warni, lem, dan gunting. Dengan ketiga benda tersebut, anak-anak bisa membuat origami dengan berbagai bentuk.

Namun, untuk anak-anak usia balita hingga taman kanak-kanak (TK), lebih baik hanya menggunakan kertas lipat dan lem. ”Gunting terlalu berbahaya untuk anak-anak pada usia tersebut,” kata pakar origami dari Yayasan ALIT Gunardi Aswantoro. Penggunaan gunting bisa mulai diterapkan kepada anak-anak usia SD.

Karena mudah dan murah, permainan yang satu itu mulai banyak dikembangkan dan diterapkan di sejumlah playgroup, taman kanak-kanak (TK), hingga sekolah dasar (SD). Seni melipat asal Jepang itu memang tidak hanya menyenangkan, tapi juga memberikan banyak manfaat bagi anak-anak.

Menurut Gunardi yang juga manajer program Yayasan ALIT, origami memiliki manfaat yang beragam. Salah satu di antaranya, mengajak anak belajar mengembangkan kreativitas.

Dengan belajar origami, anak-anak bisa belajar membuat model origami yang jumlahnya puluhan. ”Dengan arahan yang tepat, seorang anak bisa memilih model origami yang ingin dibuatnya. Kalau sudah mahir, dia pasti ingin menciptakan model origami ciptaan sendiri,” jelas Gunardi. Dari situ, lanjut Gunardi, imajinasi atau daya khayal anak otomatis ikut berkembang.

Selain merangsang kreativitas dan imajinasi, membuat origami juga bisa mengasah mental geometrik anak. Maksudnya, pada usia dini, anak sudah mengenal rancang bangun. ”Jadi, sejak kecil mereka sudah paham bentuk-bentuk seperti diagonal, segitiga siku-siku, sampai segitiga sama sisi,” tutur pria 36 tahun itu.

Origami juga dapat melatih motorik halus dan merangsang tumbuhnya motivasi kepada anak. Untuk itu, lanjut Gunardi, jika seorang anak berhasil membuat sebuah model, dia pasti terdorong untuk membuat model yang lebih rumit dan membutuhkan ketelatenan yang tinggi. ”Anak itu seolah dituntut untuk menjadi lebih tekun, telaten, dan teliti tanpa merasa bosan. Itu berdampak, jika suatu hari nanti dihadapkan pada suatu permasalahan, dia tidak akan dengan mudah menyerah,” ujar pria yang akrab disapa Sensei oleh murid-muridnya itu.

Selain membawa manfaat bagi perkembangan otak anak, origami ternyata menjadi media komunikasi yang baik. Menurut Gunardi, membuat origami bersama di dalam kelas bisa membantu menjalin komunikasi antarteman sebaya. ”Mereka bisa saling meminjam peralatan atau menanyakan model origami apa yang mereka buat,” lanjut ayah dua putra itu.

Gunardi sendiri menggunakan origami sebagai media untuk mendongeng. Setiap selesai membuat origami bersama, dia akan menceritakan sebuah dongeng dengan origami sebagai alat bantu. ”Selain anak-anak tidak bosan, ceritanya juga lebih menarik,” ujarnya.

Untuk itu, Gunardi mengharapkan peran aktif orang tua di rumah. ”Paling tidak, orang tua bisa ikut mengarahkan putra-putrinya ketika mereka membuat origami sehingga terjalin komunikasi,” kata pria yang mulai menekuni origami sejak September tahun lalu itu.

sumber : JPNN

Incoming search terms for the article:


Baca juga ...

  • Memilih Mainan Sesuai Usia Anak
  • Konsultasi : Anak Suka Baca Buku
  • Blowing Balloon Tingkatkan Konsentrasi Anak Autis
  • Cara Mengajari Anak Berbagi
  • Program Sekolah
  • Mutiara Hati Preschool & Kindergarten mengadakan Gathering with Parents
  • Mengatasi Anak Egois
  • Mengajari Anak Mengambar
  • Stimulasi IQ-EQ-SQ sejak Prasekolah
  • Mari Menggambar sejak Kecil

  • 1 Tanggapan

    1. ediva sismaya
      #1

      bagus banget idenya, mengembangkan origami untuk anakanak. Saya di Riau, kalau mau belajar, dimana bisa dapatkan kertas origami yang bagus – bagus dan bisa pesan kirim?
      Thanks. Sukses selalu

    Berikan tanggapan





    XHTML: Anda bisa menggunakan tag : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Improve the web with Nofollow Reciprocity.
    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.