Ketika Anak Bermimpi Buruk
SAMA seperti orang dewasa, anak-anak juga sering mengalami mimpi buruk di kala terlelap. Berbagai hal, mulai dari teman yang jahat sampai monster menyeramkan yang menjelma menjadi bunga tidur, mampu membuat mereka terjaga sambil terisak.
Secara mental, anak berusia taman kanak-kanak hingga tingkat dua sekolah dasar umumnya semakin memahami bahaya yang tersembunyi dalam kehidupan nyata. Selama kesadaran tersebut terbangun, rasa takut akan bangkit dan tak jarang termanifestasi ke dalam mimpi mereka.
Menurut Dr. Greg Omlor dari Akron Children’s Hospital’s Sleep Center, mimpi buruk yang dialami anak ketika tidur di malam hari biasanya berhubungan dengan masalah yang terjadi selama siang hari, misalnya ketika di sekolah. Selain itu, rasa tertekan akibat situasi dan masa transisi tertentu, seperti pindah rumah atau matinya hewan peliharaan, juga dapat berefek pada munculnya mimpi buruk.
Lantas, tindakan apa saja yang harus diambil orang tua ketika anaknya bermimpi buruk?
Memberikan pelukan
Jika anak tiba-tiba terjaga dari tidur sambil menangis ketakutan, beri ia pelukan sampai merasa aman dan benar-benar tenang. Katakan bahwa ia tidak perlu khawatir, karena hal itu hanya mimpi buruk yang sudah berlalu. Kemudian, ajak buah hati untuk kembali tidur, barangkali sambil menggosok-gosok punggungnya supaya merasa nyaman.
Mendengarkan ceritanya
Jika anak ingin menceritakan mimpi buruknya, itu pertanda bagus. Anda bisa menenangkannya dengan menjelaskan secara lebih spesifik tentang objek yang menjadi mimpinya. Namun, jika buah hati belum siap bercerita, maka tak perlu memaksa. Lebih baik mengatakan bahwa Anda ada di sana untuknya, dan bersedia mendengarkannya kapan saja ia siap bercerita.
Rutinitas tidur yang baik
Kita memang tidak bisa benar-benar melindungi anak dari bermimpi buruk. Akan tetapi, kemungkinan tersebut bisa diminimalisasi dengan menciptakan suasana tidur yang menyenangkan, misalnya dengan membacakan dongeng pengantar tidur yang indah.
Atau, Anda bisa mencoba melakukan ritual kecil sebelum tidur untuk menghalau mimpi buruk, misalnya dengan mengirimkan mimpi buruk tersebut hingga melayang ke luar jendela. Dengan bantuan sedikit imajinasi, anak bisa merasa lebih nyaman dan rileks menjelang memejamkan mata.
Selain itu, pastikan anak mendapatkan waktu tidur yang cukup, sebab rasa lelah bisa membuatnya gelisah sehingga memicu mimpi buruk.
Berkonsultasi ke ahli
Apabila mimpi buruk yang dialami anak tidak kunjung hilang, barangkali Anda perlu mengunjungi dokter untuk berkonsultasi. Seorang dokter bisa menentukan apakah mimpi buruk tersebut merupakan akibat dari kondisi fisik tertentu, dengan melakukan pengecekan terhadap gelombang otak anak, aktivitas otot, pernafasan, serta hal-hal lain yang terjadi selama tidur.
Jika mimpi buruk tersebut berhubungan dengan masalah psikologis tertentu, Anda bisa mengajaknya berkonsultasi ke seorang konselor atau psikolog.
sumber : Media Indonesia