Kalem Hadapi Anak Hiperaktif

anak hiperaktif
SEBUTAN anak hiperaktif identik dengan anak yang selalu aktif dan tak bisa diam. Pengasuh atau orang tua kadang merasa capek melihat tingkah mereka. Kalau emosi tak tertahankan, anak rentan dididik dengan kekerasan.

Dokter Tony Chandra MSi Med SpA menyatakan, ada beragam penyebab anak menjadi hiperaktif. Misalnya, faktor genetis, lingkungan, dan gangguan medis. Dulu, menurut spesialis anak dari Rumah Sakit Surabaya Internasional itu, konsumsi gula berlebih dinyatakan sebagai penyebab hiperaktif. Tapi, setelah diteliti lebih dalam, hal tersebut tidak terbukti. Belakangan, justru makanan yang mengandung pengawet dan pewarna dicurigai sebagai salah satu penyebabnya.

Tanda-tanda hiperaktif kebanyakan mulai tampak pada masa tumbuh kembang. ”Karena penyebabnya multifaktor, penanganannya pun melalui penatalaksanaan multifaktorial,” jelasnya. Yakni, melibatkan unsur lingkungan, emosional, psikologis, dan pengobatan. ”Semakin cepat ditangani, tentu akan semakin baik. Sebab, pengelolaannya makin optimal,” ungkapnya. Tony menyarankan, orang tua berkonsultasi masalah tumbuh kembang ketika si kecil berusia satu hingga dua tahun.

”Selain itu, jangan mendidik anak hiperaktif dengan kekerasan,” ujarnya. Sebab, anak kelompok tersebut cenderung meledak-ledak. Jika ada sesuatu yang tidak cocok dengan hatinya, mereka tidak segan berbuat kasar atau memukul.

Hal itu berkaitan dengan saraf untuk mencetuskan aksi yang berfungsi lebih besar daripada saraf yang berfungsi untuk menekan atau mengerem tindakan. Kalau anak terbiasa dididik dengan kekerasan, mereka akan menjadi makin keras. ”Suasana kondusif lebih cocok untuk tumbuh kembang mereka,” ujarnya. Meski tidak boleh dididik dengan kekerasan, bukan berarti orang tua mengalah terus kepada anak. Justru, orang tua bekerja sama dengan pihak lain untuk menciptakan suasana menyenangkan bagi si mungil. Misalnya, rumah, sekolah, maupun teman sepermainan.

sumber : JPNN

cara mendidik anak hiperaktif, tanda anak hiperaktif, mendidik anak hiperaktif, penyebab anak hiperaktif, penyebab hiperaktif, cara mendidik anak yang hiperaktif, tanda-tanda anak hiperaktif, tanda tanda anak hiperaktif, konsultasi anak hiperaktif, mendidik anak hyperaktif

Baca juga ...

  • Konsultasi Anak : Malu Punya Anak Hiperaktif
  • Resensi Buku : Mengenal Anak Hiperaktif Sejak Dini
  • Mutiara Hati Preschool & Kindergarten mengadakan Gathering with Parents
  • Anak Hiperaktif, Dianjurkan Ikut Kelas Inklusi
  • Mengarahkan Anak Hiperaktif
  • Cara Menjaga Anak dari Kejahatan Dunia Maya
  • Ngompol-Mendengkur pada Anak, Aman atau Berisiko ?
  • Mike S. Arifin, Sosok di Balik Suksesnya Himpaudi Raih Juara I Nasional
  • Dahsyatnya Otak Tengah, Generasi Unggul dengan Otak Tengah

  • RSS feed | Trackback URI

    Comments »

    No comments yet.

    Name (required)
    E-mail (required - never shown publicly)
    URI
    Your Comment (smaller size | larger size)
    You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

    Trackback responses to this post

    Improve the web with Nofollow Reciprocity.
    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.