Jauhkan Pesawat Televisi dari Kamar Anak

 Jauhkan Pesawat Televisi dari Kamar AnakBELAKANGAN, tayangan televisi dipenuhi sinetron. Tayangan itu memunculkan banyak adegan kekerasan, termasuk pertengkaran dan baku hantam.

Padahal, acara tersebut ditayangkan pada jam tayang prime time pukul 19.00. Berarti, anak-anak masih sangat mungkin menontonnya. Tidak apa-apakah anak menonton banyak adegan kekerasan seperti itu?

Menurut dr Dini Adriani SpA, secara fisik perkembangan anak memang tidak terganggu tayangan kekerasan itu. ”Tapi, secara kejiwaan, pasti ada dampaknya,” katanya.

Dini menambahkan, pembentukan jiwa dipengaruhi dua stimulus, visual dan audio. Televisi adalah salah satu stimulus visual. Jika si anak sering melihat adegan kekerasan melalui tayangan televisi, dia akan menganggap kekerasan sebagai hal biasa. ”Anak merasa tidak ada yang salah dengan kekerasan,” tutur spesialis anak RS PHC Surabaya tersebut.

Akibatnya, anak cenderung menyelesaikan masalah dengan kekerasan, tidak dengan pembicaraan. ”Kekerasan bisa dianggap segala-segalanya jika ada masalah. Itu yang bahaya,” cetusnya.

Dia lalu membandingkan dengan orang tua yang biasa berbicara dengan nada tinggi. Perilaku begitu juga cenderung ditiru anak. ”Sebab, dia merasa itu hal yang lumrah,” katanya.

Apalagi, lanjut Dini, televisi di Indonesia jarang memberitahukan tentang kelayakan penonton. Di negara maju, televisi menyampaikan peringatan tentang usia yang tidak layak menonton program tertentu. ”Yang begitu belum saya lihat di sini,” tuturnya.

Memang, kata Dini, ada tulisan tentang perlunya bimbingan orang tua. Namun, tulisan begitu sering tidak efektif. Dengan kesibukan orang tua saat ini, sulit mengawasi anak menonton televisi.

Karena itu, Dini menganjurkan para orang tua tidak menyediakan pesawat televisi di kamar anak. Jika itu dilakukan, pengawasan jadi sangat longgar. Padahal, tayangan kekerasan tidak hanya muncul di sinetron film. Kartun pun kadang menampilkan adegan pemukulan sadis.

sumber :JPNN

Perlunya bimbingan orang tua saat anak menonton TV, bahaya tv dalam kamar anak, televisi di kamar anak, stimulus di televisi, pesawat televisi, perlunya bimbingan orang tua saat menonton tv, jauhkan-pesawat-televisi-dari-kamar-anak html, dr spesialis anak phc, bahaya tv di kamar, tv di kamar anak

Baca juga ...

  • TV Hambat Perkembangan Bahasa Bayi
  • Si Kecil Ogah Belajar Pipis di Toilet
  • Hindari Sebut Anak Nakal atau Bodoh
  • Penggunaan Gadget pada anak, Hindarkan sebelum Usia Enam Tahun
  • Orangtua Sebabkan Anak Kegemukan
  • Memisahkan Anak dari benda kesayangannya
  • Bayi Cerdas Sejak Dalam Kandungan

  • RSS feed | Trackback URI

    Comments »

    No comments yet.

    Name (required)
    E-mail (required - never shown publicly)
    URI
    Your Comment (smaller size | larger size)
    You may use <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> in your comment.

    Trackback responses to this post

    Improve the web with Nofollow Reciprocity.
    Copy Protected by Chetan's WP-CopyProtect.