Jangan Kekang Siswa PAUD
Direktur pendidikan anak usia dini (PAUD) direktorat pendidikan non formal dan informal (PNFI) Depdiknas Dr Sudjarwo meminta para instruktur PAUD tidak mengajarkan baca tulis kepada siswa PAUD. Karena dikhawatirkan hal itu akan memengaruhi perkembangan jiwa anak. “Yang boleh hanya mengenalkan baca tulis, bukan mengajarkan,” ujarnya dalam seminar nasional PAUD di UM kemarin.
Dia menyarankan agar para pembina itu hanya sebatas memberikan tempat kepada kumpulan anak-anak itu untuk bermain dan berekspresi secara bebas. Para instruktur hanya boleh mengarahkan dan memantau, serta memberikan materi-materi permain yang tidak memberatkan. “Pokoknya ciptakan anak itu senang dengan kegiatan di PAUD,” kata Sudjarwo.
Selain itu, untuk pegelolaan PAUD juga tidak dibenarkan jika dikelola terlalu ketat. Karena hal itu justru bisa mengurangi kebebasan anak. Menurut dia akan lebih baik jika PAUD itu dibiarkan alami keberadaannya, tidak terlalu dipaksakan.
Sementara, ditanya soal jumlah ideal lembaga PAUD, Sudjarwo mengatakan, idealnya setiap desa minimal ada dua lembaga PAUD. Saat ini, jumlah PAUD masih sangat kecil. Se-Indonesia baru ada 182.201 lembaga dengan jumlah anak 14 juta lebih. Tahun 2014 nanti, diharapkan jumlah lembaganya naik dan anak yang masuk PAUD bisa mencapai 22 juta. Untuk itu, pemerintah juga memberikan anggaran yang besar untuk PAUD. Tahun ini mencapai Rp 576 miliar jauh lebih besar dibanding TK yang hanya Rp 50 miliar. Tahun depan anggaran PAUD akan dinaikkan lagi menjadi Rp 650 miliar sedangkan TK hanya Rp 100 miliar.
Menurut dia, pengelolaan PAUD terbaik di Indonesia adalah di Jogjakarta dan Aceh. Di dua daerah tersebut jumlah lembaga PAUD sudah sangat banyak.
sumber JPNN