<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mutiara Hati &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://www.mutiara-hati.com/category/artikel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mutiara-hati.com</link>
	<description>a different touch to be smart</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 12:48:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Mike S. Arifin, Sosok di Balik Suksesnya Himpaudi Raih Juara I Nasional</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/mike-s-arifin-sosok-di-balik-suksesnya-himpaudi-raih-juara-i-nasional.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/mike-s-arifin-sosok-di-balik-suksesnya-himpaudi-raih-juara-i-nasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 12:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[guru PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Himpaudi]]></category>
		<category><![CDATA[Himpaudi Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Jatim]]></category>
		<category><![CDATA[Kado Ulang Tahun]]></category>
		<category><![CDATA[Kontes]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Mendiknas]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Mike S. Arifin]]></category>
		<category><![CDATA[mitra PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD di Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[PAUD se-Kota Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilihan Mitra PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak Usia Dini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<category><![CDATA[Ucapan Selamat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=529</guid>
		<description><![CDATA[Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Malang sukses menjadi juara I tingkat nasional Pemilihan Mitra PAUD 2010 Kemendiknas RI. Kesuksesan itu tak lepas dari sosok Mike S. Arifin, ketua Himpaudi Kota Malang. Bagaimana perjuangannya? SENYUM bahagia terpancar di wajah Mike S. Arifin. Senyumnya juga cerah. Kebahagiaan itu makit tampak saat ia menunjukkan piagam yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini</strong> (<strong>Himpaudi</strong>) <strong>Kota Malang</strong> sukses menjadi juara I tingkat nasional <strong>Pemilihan Mitra PAUD</strong> 2010 Kemendiknas RI. Kesuksesan itu tak lepas dari sosok <strong>Mike S. Arifin</strong>, ketua <strong>Himpaudi Kota Malang</strong>. Bagaimana perjuangannya?</p>
<p>SENYUM bahagia terpancar di wajah Mike S. Arifin. Senyumnya juga cerah. Kebahagiaan itu makit tampak saat ia menunjukkan piagam yang diraih Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Malang yang ia ketuai.</p>
<p>Tangan kanannya menenteng piagam penghargaan <strong>Menteri Pendidikan Nasional</strong> (Mendiknas) Mohammad Nuh, sedang tangan kirinya menenteng trofi juara I Tingkat Nasional Pemilihan Mitra PAUD 2010. Mike seolah masih terbayang puncak kegembiraannya pada 23 Juli lalu.</p>
<p>Saat itu, Jumat 23 Juli pukul 19.00. Balai pertemuan Kantor Direktorat Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Kemendiknas sudah disesaki puluhan Ketua Himpaudi dari seluruh provinsi se-Indonesia. Saat pembawa acara menyebut nama Mike sebagai juarai I tingkat nasional, semua mata tertuju pada perempuan kalem itu.</p>
<p>Puluhan peserta yang berhasil &#8221;disingkirkan&#8221; itu pun langsung memberikan ucapan selamat. &#8220;Waktu itu yang menyerahkan piagam penghargaan Pak Hamid Muhammad, direktur PNFI,&#8221; kenang ibu dua anak yang juga kepala KB-TK-TPA Anak Saleh Malang ini.</p>
<p>Prestasi gemilang yang diukir Mike itu menjadi sejarah baru Himpaudi Kota Malang. Sejak berdiri 2002 silam, Himpaudi tak pernah bertengger di kancah nasional. Paling banter, hanya mampu menjuarai tingkat regional Jatim. Karenanya, Mike dan seluruh jajaran pengurusnya di Himpaudi Kota Malang, tak pernah membayangkan bakal mengukir sejarah baru.</p>
<p>Sejarah ini menjadi kado ulang tahun ke delapan Himpaudi. Label juara I nasional itu juga menjadi penghargaan terakhir yang diraih Himpaudi Kota Malang. Dalam kontes pemilihan <strong>mitra PAUD</strong> mendatang, Kota Malang tidak mungkin mendapatkan juara tingkat nasional lagi.</p>
<p>Jangankan berharap menjadi juara dan membawa pulang piala, ikut menjadi peserta pemilihan Mitra PAUD di Tingkat Nasional saja sudah dilarang. Itu sesuai dengan kebijakan Direktorat PNFI Kemendiknas. &#8221;Yang sudah lolos ke tingkat nasional, tidak boleh ikut pemilihan lagi. Jadi ini juara I nasional pertama kali dan terakhir,&#8221; kata Mike seraya mengenakan jilbab putih yang dibalut seragam cokelat di ruang kepala TK-TPA Anak Saleh kemarin.</p>
<p>Saat ikut lomba, Mike sempat waswas. Untung saja, Kota Malang yang sudah dipercaya mewakili Jatim menyabet juara I. Jika hanya mendapatkan juara II, III, atau juara harapan, sepanjang sejarah Kota Malang tidak akan menjadi juara I. Sebab, direktorat sudah memblokir semua Himpaudi yang sudah mendapatkan juara nasional.</p>
<p>&#8220;Untung saja kami tidak juara harapan. Bisa repot. Soalnya semua Himpaudi yang sudah lolos ke tingkat nasional tidak boleh ikut lagi,&#8221; kata perempuan kelahiran <strong>Surabaya</strong>, 18 Desember 1965 ini.</p>
<p>Sebelum menjadi juara I nasional, Mike sudah bertarung dengan Himpaudi tingkat Jatim. Masing-masing Himpaudi dari kabupaten atau kota diminta mengirimkan proposal ke Jatim. Proposal pertengahan Mei lalu berisi penjelasan program, kegiatan Himpaudi, eksistensi lembaga <strong>PAUD se-Kota Malang</strong>, tenaga pendidikan dan siswa, serta dukungan dari Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang. &#8220;Yang paling lengkap, itu menjadi juara I Jatim dan dikirim ke nasional mewakili Jatim,&#8221; jelas Mike.</p>
<p>Tak mudah bagi Mike membawa Himpaudi menjadi juara I nasional. Mike harus menunjukkan bahwa proposal yang diajukan bersifat objektif. Artinya, ia harus menghidupkan seluruh kegiatan PAUD se-Kota Malang. Internal kepengurusan Himpaudi juga harus terus berjalan. Termasuk mampu merangkul diknas untuk mendukung setiap kegiatannya.</p>
<p>Tentu saja, itu bukan pekerjaan mudah. Buktinya, sejak Himpaudi berdiri delapan tahun silam, baru tahun 2010 ini nama Kota Malang terukir dalam piala pemilihan Mitra PAUD 2010. Selama ini Kota Malang hanya puas bertengger di Jatim saja. &#8220;Dulu pernah ikut di Jatim, tapi Malang gak dapat juara,&#8221; katanya.</p>
<p>Nama Himpaudi Kota Malang yang terukir dalam piagam pernghargaan itu juga menunjukkan bahwa ratusan lembaga <strong>PAUD di Kota Malang</strong> eksis dalam kegiatan belajar mengajar. Sebab, proposal yang diajukan Mike dengan menjelaskan kondisi objektif <strong>PAUD se-Kota Malang</strong> sudah lolos verifikasi diknas provinsi dan Direktorat PNFI Kemendiknas.</p>
<p>Kini, Mike berharap agar eksistensi lembaga PAUD se-Kota Malang tetap dipertahankan. Meski tidak bisa mengikuti lomba pemilihan mitra PAUD tingkat nasional lagi, namun tetap harus mempertahankan sinergitas kegiatan belajar mengajar. Lima tahun mendatang, Mike ingin Himpaudi Kota Malang diperkenankan mengikuti kontes pemilihan mitra PAUD.</p>
<p>Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Diknas Kota Malang Siti Ratnawati pun merasa bangga dengan prestasi Himpaudi Kota Malang. &#8221;Penghargaan sebagai juara I nasional memang membutuhkan kerjasama antara Himpaudi dengan diknas, dan itu sudah kami lakukan. Tidak semua daerah, diknasnya mendukung Himpaudi,&#8221; tutur Siti Ratnawati.</p>
<p>Salah satu bentuk dukungan diknas adalah melatih <strong>guru PAUD</strong> agar mempunyai pola ajar ideal. Salah satunya adalah diknas ingin membuat para guru PAUD memahami psikologis peserta didik sehingga sistem pembelajarannya tidak terkesan memaksa. &#8221;Anggaran pembinaan guru PAUD 2010 ini Rp 50 juta lebih,&#8221; ucap Siti.</p>
<p>JPNN</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/mike-s-arifin-sosok-di-balik-suksesnya-himpaudi-raih-juara-i-nasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Aman Lindungi Anak Dalam Jejaring Sosial</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/5-tips-aman-lindungi-anak-dalam-jejaring-sosial.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/5-tips-aman-lindungi-anak-dalam-jejaring-sosial.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 05:19:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Akun]]></category>
		<category><![CDATA[Consumer Business]]></category>
		<category><![CDATA[E Mail]]></category>
		<category><![CDATA[forum online]]></category>
		<category><![CDATA[Gosip]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Safety]]></category>
		<category><![CDATA[jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kuat]]></category>
		<category><![CDATA[Pedofil]]></category>
		<category><![CDATA[Pedofilia]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Advocate]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Teror]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Situs jejaring sosial bagai pisau bermata dua bagi anak-anak. Selain melatih mereka bersosialisasi, beberapa intimidasi cyber dari orang asing kadang menjadi ancaman bagi anak. Belum lagi bahaya teror pedofilia. Siapkah kita melindungi anak-anak dari ancaman tersebut? Effendy Ibrahim selaku Internet Safety Advocate &#038; Consumer Business Lead Symantec memberikan beberapa tips tentang peran orangtua kepada anak-anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img width=300 align=left class=tepi src="http://2.bp.blogspot.com/_Va40yjzpBrs/SUplhol3sFI/AAAAAAAAFDU/OJ8cDkQvT4k/s400/Kids%2Band%2BInternet%2B2.JPG" alt=" 5 Tips Aman Lindungi Anak Dalam Jejaring Sosial  "  title="5 Tips Aman Lindungi Anak Dalam Jejaring Sosial  " />Situs jejaring sosial bagai pisau bermata dua bagi anak-anak. Selain melatih mereka bersosialisasi, beberapa intimidasi cyber dari orang asing kadang menjadi ancaman bagi anak. Belum lagi bahaya teror pedofilia. Siapkah kita melindungi anak-anak dari ancaman tersebut?</p>
<p>Effendy Ibrahim selaku Internet Safety Advocate &#038; Consumer Business Lead Symantec memberikan beberapa tips tentang peran orangtua kepada anak-anak saat mereka bergaul di jejaring sosial.</p>
<p>Sebelum anak-anak menerima teman baru atau berbagi informasi dalam jejaring sosial, pastikan beberapa hal berikut pada anak-anak kita.</p>
<p>   1. Tidak berbicara, atau menerima undangan pertemanan dari orang asing di jejaring sosial, instant messaging, atau forum online.</p>
<p>   2. Tidak memberikan pendapat yang menyakitkan, gosip, atau serangan melawan orang lain melalui jejaring sosial, blog, situs, atau chat onlline. Hal tersebut menimbulkan potensi orang, untuk mencelakakan anak kita.</p>
<p>   3. Tidak memberikan informasi detail soal alamat rumah, nomor pribadi, foto karena itu akan membuat sang anak menjadi target mudah bagi pelaku kejahatan. Tak ingin anak kita menjadi sasaran kaum pedofil bukan?</p>
<p>   4. Pastikan anak memiliki password yang kuat untuk akun e-mail, jejaring sosial, forum atau game online. Pastikan anak tidak memberitahukan ke siapapun -termasuk sahabat baiknya, walau sesekali.</p>
<p>   5. Konfirmasikan bahwa link video asing, benar berasal dari seseorang yang dikenal sebelum anak meng-kliknya. Pasalnya beberapa link asing kemungkinan disusupi malware, yang berpotensi mencuri informasi berguna.</p>
<p>Terlepas dari itu semua, sebagai orang tua jangan malu belajar dari anak. Kenyataannya, beberapa anak mungkin lebih banyak tahu mengenai teknologi dan internet daripada orangtuanya. Lalu kenapa?</p>
<p>Tetap sebagai orangtua, jelas kita lebih paham tata cara berperilaku terhadap orang asing di era jejaring sosial ini. Maka berbagai informasi secara terbuka antara anak dan orangtua ini cukup penting.</p>
<p><em>sumber detikinet</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/5-tips-aman-lindungi-anak-dalam-jejaring-sosial.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangati Anak Kembali ke Sekolah</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 13:24:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bocah]]></category>
		<category><![CDATA[buah hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kakak]]></category>
		<category><![CDATA[Kotak Pensil]]></category>
		<category><![CDATA[Libur]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[Mainan]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Pagi]]></category>
		<category><![CDATA[playgroup]]></category>
		<category><![CDATA[Primagama]]></category>
		<category><![CDATA[SD Muhammadiyah 4 Surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[TK B Playgroup]]></category>
		<category><![CDATA[TK dan Playgroup Primagama]]></category>
		<category><![CDATA[TK Primagama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=526</guid>
		<description><![CDATA[Libur panjang berakhir. Mulai kemarin para buah hati kembali ke bangku sekolah. Berbagai hal dipersiapkan untuk menyambut dimulainya tahun ajaran baru. Zhafira Hajar dan Mohammad Fawa&#8217;az Dhawi, misalnya. Kakak beradik tersebut mengatakan sudah siap masuk sekolah. Berbagai peralatan sekolah yang selama liburan menjadi barang terlupakan kini mulai ditata lagi. &#8220;Sebagian besar beli baru. Kotak pensil, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Libur panjang berakhir. Mulai kemarin para buah hati kembali ke bangku sekolah. Berbagai hal dipersiapkan untuk menyambut dimulainya tahun ajaran baru. Zhafira Hajar dan Mohammad Fawa&#8217;az Dhawi, misalnya. Kakak beradik tersebut mengatakan sudah siap masuk sekolah.</p>
<p>Berbagai peralatan sekolah yang selama liburan menjadi barang terlupakan kini mulai ditata lagi. &#8220;Sebagian besar beli baru. Kotak pensil, buku tulis, dan tas baru sudah siap,&#8221; ujar Zhafira.</p>
<p>Zhafira mengatakan sudah ingin sekali kembali ke sekolah. Menurut dia, liburan selama tiga minggu dianggapnya terlalu lama hingga menimbulkan rasa bosan. &#8220;Kalau sekolah senang, bisa bertemu teman-teman,&#8221; ungkap siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 4 Surabaya tersebut.</p>
<p>Demikian juga si kecil Fawa&#8217;az. Siswa TK B Playgroup dan TK Primagama tersebut menuturkan bahwa dirinya ingin cepat sekolah agar bisa bermain sepuasnya dengan teman-teman. &#8220;Di sekolah banyak mainan,&#8221; ungkap Fawa&#8217;az.</p>
<p>Tidak hanya peralatan yang mesti disiapkan jelang masuk sekolah seperti saat ini. Menurut ibunda dua bocah tersebut, Ema Nur Rochima, dirinya juga harus memunculkan lagi semangat bangun pagi. &#8220;Kalau biasanya libur boleh bangun siang, besok waktu masuk sekolah harus bangun pagi,&#8221; kata Ema.</p>
<p>Ema juga mengurangi jam yang biasa digunakan Zhafira dan Fawa&#8217;az untuk menonton TV dan bermain games di masa liburan. Agar tidak kaget, Ema mulai menerapkan aturan itu dua hari sebelum anak-anak mulai masuk sekolah. &#8220;Biar mereka mulai terbiasa dengan rutinitas sekolah lagi.&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menyiapkan anak kembali ke sekolah setelah liburan panjang memang harus dilakukan. Khawatirnya, tanpa persiapan, anak bisa kaget begitu menjalani proses belajar. Mereka yang biasanya menghabiskan hari dengan bermain kala liburan mendadak dituntut berkutat dengan buku-buku.</p>
<p>Menurut Yudita Oktaviana, kepala TK dan Playgroup Primagama, hal pertama yang dilakukan dalam persiapan itu dalah mengingatkan anak bahwa liburan telah usai.</p>
<p>&#8220;Kalau bisa, dua atau tiga hari sebelum masuk sekolah anak-anak mulai dilatih bangun pagi lagi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Penyiapan itu juga harus dilakukan oleh sekolah. &#8221;Kalau bisa sekolah mengubah setting kelas agar anak menemukan sesuatu yang baru dan makin semangat sekolah.&#8221; katanya.</p>
<p>Umumnya sekolah juga memiliki program khusus untuk menampung masa adaptasi anak, yang disebut masa orientasi. </p>
<p>JPNN</p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html" title="artikel kembali ke sekolah">artikel kembali ke sekolah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html" title="artikel kembali sekolah">artikel kembali sekolah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html" title="kembali ke sekolah">kembali ke sekolah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html" title="si kecil mulai masuk sekolah">si kecil mulai masuk sekolah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html" title="tips mengarahkan anak di bangku TK">tips mengarahkan anak di bangku TK</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html" title="tips semangat sekolah anak">tips semangat sekolah anak</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.835 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/semangati-anak-kembali-ke-sekolah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grafologi, Membaca Kepribadian Lewat Tulisan</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 23:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Camillo Baldi]]></category>
		<category><![CDATA[Cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Grafologi]]></category>
		<category><![CDATA[Itali]]></category>
		<category><![CDATA[Jean Michon]]></category>
		<category><![CDATA[Jerman]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimat]]></category>
		<category><![CDATA[Kanan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[Membaca Kepribadian Lewat Tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Perancis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Teknik ini di namakan Grafologi. Dan tentunya butuh pembelajaran untuk mengerti. Bagaimanakah cara membacanya? Mungkin sebagian dari teman-teman ingin tahu kepribadian orang dari gaya menulisnya. Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align=left class=tepi width=200 src="http://1.bp.blogspot.com/_wBItxVfbwhg/SrYSBbWPRgI/AAAAAAAABDE/16obwaUJMjg/s400/grafologi.jpg" alt="grafologi Grafologi, Membaca Kepribadian Lewat Tulisan"  title="Grafologi, Membaca Kepribadian Lewat Tulisan" />Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian  orang tersebut. Teknik ini di namakan Grafologi.</p>
<p>Dan tentunya butuh pembelajaran untuk mengerti. Bagaimanakah cara membacanya? Mungkin sebagian dari teman-teman ingin tahu kepribadian orang dari gaya menulisnya.</p>
<p>Grafologi adalah ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya, buku pertama tentang grafologi ditulis oleh Camillo Baldi, seorang dokter asal Itali pada tahun 1622. Tahun 1872, Jean Michon menerbitkan bukunya yang menjadi buku pokok grafologi pada saat itu. Tak lama kemudian, universitas universitas di Eropa mulai memberi gelar Ph.D. atau Master di bidang ini.</p>
<p>Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu.</p>
<p>Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%. Beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang :</p>
<p><img align=left class=tepi width=200 src="http://www.mutiara-hati.com/wp-content/uploads/grafologi-283x300.jpg" alt="grafologi 283x300 Grafologi, Membaca Kepribadian Lewat Tulisan" title="grafologi" width="283" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-502" />1. Arah Kemiringan Huruf</p>
<p>    * Ke kanan = ekspresif, emosional<br />
    * Tegak = menahan diri, emosi sedang<br />
    * Ke kiri = menutup diri<br />
    * Ke segala arah dalam 1 kalimat = tidak konsisten<br />
    * Ke segala arah dalam 1 kata = ada masalah dengan kepribadiannya</p>
<p>2. Bentuk Umum Huruf-huruf</p>
<p>    * Bulat atau melingkar = alami, easygoing<br />
    * Bersudut tajam = agresif, to the point, energi kuat<br />
    * Bujursangkar = realistis, praktek berdasar pengalaman<br />
    * Coretan tak beraturan = artistik, tidak punya standar</p>
<p>3. Huruf-huruf Bersambung atau Tidak</p>
<p>    * Bersambung seluruhnya = sosial, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak<br />
    * Sebagian bersambung sebagian lepas = pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial).<br />
    * Lepas seluruhnya = berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama</p>
<p>4. Spasi Antar Kata</p>
<p>    * Berjarak tegas = suka berbicara (mungkin orang yang selalu sibuk)<br />
    * Rapat / Seolah tidak berjarak = tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak</p>
<p>5. Jarak Vertikal Antar Baris Tulisan</p>
<p>    * Sangat jauh = terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial<br />
    * Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya = boros, suka bicara<br />
    * Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ = organisator yang baik</p>
<p>6. Interpretasi Huruf ‘t’</p>
<p>Letak palang (-) pada kail ‘t’</p>
<p>    * Cenderung ke kiri = pribadi waspada, tidak mudah percaya<br />
    * Tepat di tengah = pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab<br />
    * Cenderung ke kanan = pribadi handal, teliti, mampu memimpin</p>
<p>Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target. Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’</p>
<p>    * Rendah = setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas)<br />
    * Tinggi = setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan<br />
    * Di atas kail = setting target lebih tinggi dibanding kemampuan</p>
<p>7. Arah Tulisan pada Kertas</p>
<p>    * Naik / menanjak = energik, optimis, tegas<br />
    * Tetap / lurus = perfeksionis, sulit bergaul<br />
    * Turun = seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri</p>
<p>8. Tekanan saat Menulis<br />
Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya.</p>
<p>9. Ukuran Huruf<br />
Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.</p>
<p>10. Sedikit tentang Huruf “O”</p>
<p>    * Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”<br />
    * Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan</p>
<p><em>sumber : http://upex.wordpress.com</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="grafologi tanda tangan">grafologi tanda tangan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="grafologi">grafologi</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="ilmu grafologi">ilmu grafologi</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="kepribadian hati">kepribadian hati</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="membaca karakter dari gaya bicara">membaca karakter dari gaya bicara</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="Cara-cara mempelajari ilmu grafologi">Cara-cara mempelajari ilmu grafologi</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="mutiara tentang buku">mutiara tentang buku</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="pengantar grafologi">pengantar grafologi</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="menilai kepribadian melalui tulisan">menilai kepribadian melalui tulisan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="tlsan mutiara">tlsan mutiara</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.259 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/grafologi-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menguak Rahasia Tulisan Tangan &amp; Tanda Tangan : Membaca Kepribadian Lewat Tulisan</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 23:27:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Tulis]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Grafologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[Mahir]]></category>
		<category><![CDATA[membaca tanda tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Menguak Rahasia Tulisan Tangan & Tanda Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Meraba]]></category>
		<category><![CDATA[Pensil]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=507</guid>
		<description><![CDATA[Judul : Menguak Rahasia Tulisan Tangan &#038; Tanda Tangan Penulis : Ihsan Satyanugraha, Dyan R. Helmi Penerbit : Visimedia Pustaka Tema : Psikologi Populer Grafologi, apaan tuh? Sebagian orang mungkin sudah tahu apa itu grafologi dan sebagian lagi bisa saja masih meraba-raba. Grafologi merupakan seni &#8220;membaca&#8221; kepribadian seseorang melalui membaca tulisan tangannya. Lha kok bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align=left class=tepi width=200 src="http://4.bp.blogspot.com/_8peFq_bTak4/SwJyrDCL12I/AAAAAAAAABA/6DjXZYAV9CM/s320/cover+olangan.jpg" alt="cover+olangan Menguak Rahasia Tulisan Tangan & Tanda Tangan : Membaca Kepribadian Lewat Tulisan"  title="Menguak Rahasia Tulisan Tangan & Tanda Tangan : Membaca Kepribadian Lewat Tulisan" />Judul : Menguak Rahasia Tulisan Tangan &#038; Tanda Tangan<br />
Penulis : Ihsan Satyanugraha, Dyan R. Helmi<br />
Penerbit : Visimedia Pustaka<br />
Tema : Psikologi Populer</p>
<p>Grafologi, apaan tuh? Sebagian orang mungkin sudah tahu apa itu grafologi dan sebagian lagi bisa saja masih meraba-raba. Grafologi merupakan seni &#8220;membaca&#8221; kepribadian seseorang melalui membaca tulisan tangannya. Lha kok bisa mengetahui bagaimana karakteristik seseorang lewat corat-coret tulisannya ? Ya tentu bisa. Karena pada dasarnya, kepribadian itu mengejawantah melalui beragam bentuk perilaku, termasuk &#8220;terekam&#8221; ke dalam guratan pena, pensil, spidol, atau media alat tulis lainnya.</p>
<p>Dalam buku ini, dijelaskan sedemikian rupa cara-cara membaca kepribadian tersebut. Selain disampaikan dengan gaya bahasa yang ringan serta luwes, di buku ini juga tercantum contoh-contoh kasus bahkan sampai ada contoh soal-nya untuk latihan.</p>
<p>Bagi anda yang tertarik untuk mendalami dunia grafologi, buku ini cocok untuk dijadikan batu loncatan sebelum memasuki jenjang yang lebih mendalam dan mahir. Poin terpenting ialah seringnya anda berlatih membaca tulisan tangan orang lain, tentu saja untuk awal-awal coba telisik dulu tulisan tangan sendiri. </p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="membaca tanda tangan">membaca tanda tangan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="membaca tulisan tangan">membaca tulisan tangan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="membaca karakter lewat tanda tangan">membaca karakter lewat tanda tangan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="RAHASIA TANDA TANGAN">RAHASIA TANDA TANGAN</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="cara membaca tanda tangan">cara membaca tanda tangan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="menguak rahasia tulisan tangan dan tanda tangan">menguak rahasia tulisan tangan dan tanda tangan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="kepribadian dari tulisan tangan">kepribadian dari tulisan tangan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="tulisan tangan dan kepribadian">tulisan tangan dan kepribadian</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="cara membaca tulisan tangan">cara membaca tulisan tangan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html" title="rahasia tulisan tangan">rahasia tulisan tangan</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.461 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/menguak-rahasia-tulisan-tangan-tanda-tangan-membaca-kepribadian-lewat-tulisan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dahsyatnya Otak Tengah, Generasi Unggul dengan Otak Tengah</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 00:13:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Alpha Hi]]></category>
		<category><![CDATA[Dahsyatnya Otak Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[David Ting]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[kreativitas]]></category>
		<category><![CDATA[Mesencephalon]]></category>
		<category><![CDATA[Negeri Jiran]]></category>
		<category><![CDATA[Otak Kanan Dan Otak Kiri]]></category>
		<category><![CDATA[Otak Kiri Dan Otak Kanan]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Pertumbuhan Janin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=494</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Dahsyatnya Otak Tengah Penulis: Hartono Sangkanparan Penerbit : Visimedia Cetakan: Pertama, 2010 Tebal: xvi + 148 halaman AKTIVASI otak tengah adalah fenomena baru di Indonesia. Kurang lebih enam bulan lalu, aktivasi otak tengah untuk anak usia lima hingga lima belas tahun mulai meramaikan workshop edukasi dan perkembangan otak anak. Inikah cara instan menjadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jawapos.co.id/imgall/11/imgori/122309large.jpg" alt="122309large Dahsyatnya Otak Tengah, Generasi Unggul dengan Otak Tengah"  title="Dahsyatnya Otak Tengah, Generasi Unggul dengan Otak Tengah" /><br />
Judul Buku: Dahsyatnya Otak Tengah<br />
Penulis: Hartono Sangkanparan<br />
Penerbit : Visimedia<br />
Cetakan: Pertama, 2010<br />
Tebal: xvi + 148 halaman<br />
AKTIVASI otak tengah adalah fenomena baru di Indonesia. Kurang lebih enam bulan lalu, aktivasi otak tengah untuk anak usia lima hingga lima belas tahun mulai meramaikan workshop edukasi dan perkembangan otak anak. Inikah cara instan menjadikan anak Anda genius dan &#8221;hebat&#8221;? </p>
<p>Di Malaysia, otak tengah dikenal sejak lima tahun lalu. Bahkan oleh pemerintah Malaysia, aktivasi otak tengah langsung direspons positif, terkait pengembangan pendidikan anak-anak. Sedangkan di Indonesia, aktivasi otak tengah dikenalkan David Ting dari negeri jiran.</p>
<p>Sementara di Jepang, sudah lebih dari 40 tahun silam aktivasi otak tengah telah teruji dan terbukti. Namun, Negeri Sakura itu tidak membuka rahasia teknik aktivasi ke publik di luar Jepang. </p>
<p>Pembedaan adanya otak kiri dan otak kanan umum kita kenal. Otak kiri dikenal berperan pada logika, pembelajaran bahasa, angka, tulisan, dan hitungan. Sedangkan otak kanan berperan pada daya kreativitas, imajinasi, dan lainnya. Nah, otak tengah (mesencephalon) berfungsi sebagai jembatan penghubung antara otak kanan dan otak kiri. Selain itu, otak tengah berfungsi sebagai keseimbangan.</p>
<p>Otak tengah juga diyakini sebagai perkembangan pertama dalam pertumbuhan janin. Otak tengah adalah bagian terkecil dari otak yang berfungsi seperti stasiun relai untuk informasi pendengaran dan penglihatan. Otak tengah juga berperan untuk meningkatkan kemampuan mengasihi orang lain.</p>
<p>Otak tengah tidak saja bisa diaktifkan secara &#8221;manual&#8221;, tapi juga aktif secara alami. Orang-orang yang otak tengahnya aktif secara alami biasanya disebut orang-orang dengan kemampuan luar biasa. Misalnya, tunalnetra yang bisa &#8221;melihat&#8221; dimungkinkan otak tengahnya aktif secara alami. </p>
<p>Otak tengah sudah lama masuk ranah penelitian medis kedokteran. Penelitian otak tengah berhubungan dengan frekuensi gelombang otak (alpha hingga tetha) yang dikenal bisa mengondisi tubuh manusia menjadi rileks dan nyaman. </p>
<p>Sesuai penamaan, otak tengah terletak di posisi tengah di antara otak kiri dan kanan. Otak tengah mendominasi perkembangan otak secara keseluruhan. Di dalam kandungan, ukuran otak tengah, jika dibandingkan dengan bagian otak lain, paling dominan. Bahkan, bayi dalam kandungan diduga dapat melihat keluar rahim ibunya lewat perantara otak tengah (hlm 79-80).</p>
<p>Metode mengaktifkan otak tengah oleh GMC (Genius Mind Consultancy) itu dilakukan dengan komputerisasi, bermain, dan mendengarkan suara. Penulis buku ini meyakini keberhasilan pengaktifannya hingga 90 persen. </p>
<p>Dalam buku ini, Hartono menyebutkan, bila otak tengah telah diaktifkan, daya konsentrasi akan meningkat, kemampuan fisik dalam olahraga akan berkembang, otak kanan dan kiri lebih seimbang, ada keseimbangan hormon, serta daya intuisi meningkat. Terkait mental anak, manfaat secara umum otak tengah, anak yang hiperaktif bisa duduk dengan tenang. Anak yang diam menjadi lebih aktif. </p>
<p>Efek-efek yang ditimbulkan setelah otak tengah diaktifkan bermacam-macam dan masing-masing anak tidak dapat disamakan. Misalnya, ada yang dominan dengan intuisinya, seperti bisa memprediksi kejadian masa mendatang, membaca warna dengan mata tertutup, dan sebagainya. </p>
<p>Ada efek &#8221;ajaib&#8221; yang ditimbulkan setelah otak tengah anak diaktifkan. Salah satunya bisa mendeteksi penyakit, menerima sinyal firasat, menebak kartu, mewarnai tanpa melihat, dan lainnya. Namun, efek di sini tidak dimaksudkan untuk mengarahkan anak menjadi pesulap atau cenayang. Sekali lagi metode tutup mata dimaksudkan untuk melatih otak tengah yang telah diaktifkan agar tidak tertidur lagi. </p>
<p>Hanya, mengapa otak tengah tidak diaktifkan saat usia anak 0 hingga 5 tahun atau di atas usia 15 tahun, tidak dijelaskan secara rinci. Hartono (penulis buku ini) mengatakan bahwa sangat mungkin setelah usia 15 tahun, otak tengah akan sulit diaktifkan. </p>
<p>Dalam buku ini juga tidak dipaparkan bagaimana cara mengaktifkan otak tengah secara khusus dan detail untuk mendapatkan gambaran yang terang. Untuk menutupi kekurangan itu, Hartono coba menunjukkan secara audiovisual lewat video penyerta dan alamat-alamat website pendukung informasi otak tengah. Dalam video tersebut, didokumentasikan demo anak-anak yang telah diaktifkan otak tengahnya. Selain itu, video penyerta berisi wawancara dan testimoni dari orang tua yang otak tengah anak-anaknya diaktifkan. </p>
<p>Informasi dalam buku ini menambah terobosan baru yang bersinggungan dengan dunia edukasi dan perkembangan kecerdasan anak. Namun, biaya aktivasi otak tengah yang relatif mahal bisa menjadi kendala di kalangan masyarakat menengah-bawah. Nah, semestinya, hasil penelitian yang sudah teruji dan terbukti itu direspons pemerintah, baik melalui departemen pendidikan nasional maupun dinas kesehatan. </p>
<p><em>sumber JPNN</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="dahsyatnya otak tengah">dahsyatnya otak tengah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="belajar otak tengah">belajar otak tengah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="belajar dengan otak tengah">belajar dengan otak tengah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="otak tengah">otak tengah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="alamat sekolah otak tengah">alamat sekolah otak tengah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="otak tengah dahsyat">otak tengah dahsyat</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="www otak tengah dasyat com">www otak tengah dasyat com</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="sekolah otak tengah">sekolah otak tengah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="alamat dahsyat otak tengah">alamat dahsyat otak tengah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html" title="sekolah melatih otak tengah">sekolah melatih otak tengah</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 6.15 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/dahsyatnya-otak-tengah-generasi-unggul-dengan-otak-tengah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menjaga Anak dari Kejahatan Dunia Maya</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 00:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Family Safety Software]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Kejahatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mainan]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanggung Jawab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=490</guid>
		<description><![CDATA[Internet bisa dikatakan sebagai dua belah mata pisau. Di satu sisi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, namun di sisi lain internet bisa menyebabkan penggunanya terjebak oleh kejahatan dunia maya. Kejahatan di internet ini kian berbahaya jika sudah mengancam anak-anak. Sebab mereka masih terlalu hijau untuk mengawasi hal-hal mencurigakan di sekelilingnya. Sehingga menjadi tanggung jawab setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.graphics.iparenting.com/clipart/kids/00004070.JPG" alt=" Cara Menjaga Anak dari Kejahatan Dunia Maya"  title="Cara Menjaga Anak dari Kejahatan Dunia Maya" /><br />
Internet bisa dikatakan sebagai dua belah mata pisau. Di satu sisi bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, namun di sisi lain internet bisa menyebabkan penggunanya terjebak oleh kejahatan dunia maya.</p>
<p>Kejahatan di internet ini kian berbahaya jika sudah mengancam anak-anak. Sebab mereka masih terlalu hijau untuk mengawasi hal-hal mencurigakan di sekelilingnya. Sehingga menjadi tanggung jawab setiap orangtua untuk selalu mengawasi sang buah hati.</p>
<p>Berikut kiat-kiat untuk menjaga anak dari ancaman kejahatan dunia maya menurut Barrie Ooi, Head of Windows Live Microsoft Southeast Asia.</p>
<p>Bagaimana Cara Menghindari Kejahatan Dunia Maya:</p>
<p>    * Dukung anak-anak dan teman mereka untuk saling menjaga – cara ini akan secara drastis mengurangi kemungkinan mereka dijadikan sebagai target.<br />
    * Letakkan komputer keluarga dan mainan dengan koneksi internet di tengah rumah untuk memudahkan pengawasan  aktivitas online anak-anak.<br />
    * Tanyakan kepada anak-anak, apa yang mereka lakukan ketika sedang online, dan usahakan untuk mendapatkan jawaban yang rinci. Minta kepada mereka untuk memberikan &#8216;tur online&#8217; pada situs yang sering mereka kunjungi, dan aktivitas online lainnya tempat mereka berpartisipasi.<br />
    * Lakukan diskusi mendalam mengenai kejahatan dunia maya dengan anak yang lebih tua, yang mungkin mengakses internet di tempat yang berbeda-beda, termasuk di luar rumah, di mana mereka tidak selalu diawasi.<br />
    * Pastikan anak-anak merasa nyaman melaporkan kejahatan yang mereka alami kepada Anda, janjikan Anda akan melaporkan insiden apapun, jika mereka mau – dan lakukan. Misalnya, dengan melakukan pendekatan kepada orang tua si pelaku tindak kejahatan, guru, atau pihak manapun yang berpotensi memperburuk keadaan. Pikirkan strategi terbaik untuk melatih anak Anda.<br />
    * Berikan gambaran jelas kepada anak-anak, mengenai hal yang akan mereka hadapi apabila memiliki keterlibatan dalam kejahatan dunia maya dengan orang lain.</p>
<p>Apa yang harus dilakukan jika anak Anda adalah korban kejahatan dunia maya:</p>
<p>   1. Usaha untuk menghalangi: Mulailah mengurangi interaksi mereka dengan pelaku kejahatan dunia maya dengan cara memilah teknologi atau menolak untuk memberikan respon kepada pelaku kejahatan. Anak-anak harus menolak untuk menyebarkan pesan kejahatan dan mereka harus memberitahukan teman-temannya untuk berbuat sama.<br />
   2. Berkomunikasi: Diskusikan pengaruh kejahatan dunia maya dengan anak-anak, termasuk masalah apapun dengan keterlibatan mereka, dan dukung mereka untuk melaporkan kejahatan kepada orang tua atau orang dewasa yang mereka percaya.<br />
   3. Mencoba Family Safety Software: Mengendalikan apa yang anak-anak dapat lihat, lakukan, dan dengan siapa mereka berinteraksi secara online melalui perangkat lunak yang tersedia. Seperti menggunakan perangkat lunak yang dapat memberikan laporan kepada orang tua, mengenai aktivitas penggunaan komputer anak-anak mereka, yang pada gilirannya memfasilitasi orang tua untuk memulai mendiskusikan aktivitas online dengan anak-anak mereka.<br />
   4. Menyelidiki: Mengetahui dengan pasti apa yang dibicarakan anak-anak apabila mereka datang kepada anda untuk meminta bantuan. Selidiki apa yang mereka lakukan secara online dan situs apa yang mereka kunjungi sebelum masalah timbul.<br />
   5. Dapatkan Informasi: Pelajari kebijakan anti-kejahatan di sekolah anak dan melalui penyedia layanan internet di rumah, tentukan apakah kebijakan-kebijakan tersebut berlaku.<br />
   6. Umumkan: Mengetahui siapa yang dihubungi, apabila seorang anak terkena kejahatan dunia maya. Misalnya di sekolah, situs di mana kejahatan tersebut terjadi. Atau polisi setempat, apabila diperlukan.</p>
<p><em>sumber detikinet</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="komputer kejahatan dunia maya">komputer kejahatan dunia maya</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="anak dan dunia maya">anak dan dunia maya</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="menjaga anak 2 tahun">menjaga anak 2 tahun</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="menjaga anak dalam mempelajari komputer">menjaga anak dalam mempelajari komputer</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="tip menjaga hati anak">tip menjaga hati anak</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="tip menjaga anak 3 tahun">tip menjaga anak 3 tahun</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="menjaga perkembangan anak dari teknology">menjaga perkembangan anak dari teknology</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="menjaga anak nakal">menjaga anak nakal</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="menjaga anak dari internet">menjaga anak dari internet</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html" title="buku tentang kejahatan dunia maya">buku tentang kejahatan dunia maya</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.893 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/cara-menjaga-anak-dari-kejahatan-dunia-maya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan Anak Life Skills</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 00:18:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[building positive relationships]]></category>
		<category><![CDATA[coping skills]]></category>
		<category><![CDATA[decision making skills]]></category>
		<category><![CDATA[emotions]]></category>
		<category><![CDATA[handling conflict]]></category>
		<category><![CDATA[Life Skill anak]]></category>
		<category><![CDATA[Lifelong Skills]]></category>
		<category><![CDATA[managing feeling]]></category>
		<category><![CDATA[Relational Skills]]></category>
		<category><![CDATA[self-esteem]]></category>
		<category><![CDATA[Self-Improvement Skills]]></category>
		<category><![CDATA[ssertion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=483</guid>
		<description><![CDATA[Life Skills atau keterampilan hidup adalah keterampilan yang dibutuhkan setiap anak untuk survive dalam pergaulan dan hidupnya. Keterampilan ini dapat membantu mereka untuk dapat memilih hal yang tepat dan menghindar dari situasi yang mungkin dapat menjatuhkan mereka; termasuk memperkuat pertahanan dan ketahanan mental anak yang membuat mereka resistan (terhadap tawaran narkoba) dan resilient (berkemampuan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align=left class=tepi src="http://i.ivillage.com/PP/entertainment/slideshows/gameskills/kids_hands_325.jpg" alt="kids hands 325 Mengajarkan Anak Life Skills"  title="Mengajarkan Anak Life Skills" />Life Skills atau keterampilan hidup adalah keterampilan yang dibutuhkan setiap anak untuk survive dalam pergaulan dan hidupnya. Keterampilan ini dapat membantu mereka untuk dapat memilih hal yang tepat dan menghindar dari situasi yang mungkin dapat menjatuhkan mereka; termasuk memperkuat pertahanan dan ketahanan mental anak yang membuat mereka resistan (terhadap tawaran narkoba) dan resilient (berkemampuan untuk bertahan) dalam menghadapi masalah hidup.</p>
<p>Untuk menjadi orangtua yang efektif di era kini, Anda perlu memasukan aspek pengajaran life skills atau yang dikenal dengan istilah ‘keterampilan hidup’ kepada anak. Yang termasuk di dalam keterampilan hidup ini saya bagi dalam tiga bagian besar, yaitu:</p>
<p>- Self-Improvement Skills:<br />
Keterampilan yang membangun diri anak (self-esteem, managing feeling/emotions, coping skills, decision making skills)</p>
<p>- Relational Skills :<br />
Keterampilan yang membangun hubungan antara anak dengan lingkungannya (assertion, handling conflict, building positive relationships)</p>
<p>- Lifelong Skills :<br />
Keterampilan yang membangun hidup dan masa depan anak yang bertujuan dan bermakna (goal setting, identifying talents/intelligence, the art to live meaningfully).</p>
<p>David Wilmes dalam bukunya Parenting for Prevention (1995) menyebutkan beberapa metode untuk mengajarkan anak berbagai keterampilan hidup:</p>
<p>- Modeling<br />
adalah sangat penting bagi orangtua untuk menjadi teladan bagi anaknya. Sejak kecil anak memimik apa dan cara orang-tuanya hidup. Perkataan dan perbuatan jelas akan lebih ‘berbicara’ dibanding hanya memberikan nasihat. Bagaimana orangtua mengamalkan keterampilan hidup yang dimilikinya membuat anak belajar dari apa yang dilihatnya dan bukan apa yang dedengarnya saja.</p>
<p>- Reinforcement<br />
adalah sebuah dorongan yang diberikan orangtua kepada anak saat si anak kedapatan melakukan hal yang baik, yang sesuai dengan harapan anda. Anda dapat memebrikan dorongan secara verbal (“Nak, kami bangga dengan kamu. Kamu bertanggungjawab dan melakukan semua pekerjaanmu dengan baik tanpa disuruh.”) atau nonverbal (memberikan acungan jempol, peluk atau sentuhan). Menurut Wilmes, “menangkap anak di saat berkelakuan baik” dan memberi mereka dorongan dan pujian adalah salah satu metode pengajaran yang sangat berpengaruh dalam perkembangan si anak.</p>
<p>sumber : facebook</p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="KETRAMPILAN HIDUP">KETRAMPILAN HIDUP</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="keterampilan hidup">keterampilan hidup</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="life skill adalah">life skill adalah</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="life skill untuk anak">life skill untuk anak</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="life skill untuk anak anak">life skill untuk anak anak</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="life skill untuk anak 6 tahun">life skill untuk anak 6 tahun</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="Life Skill Bertahan Hidup">Life Skill Bertahan Hidup</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="mengajarkan anak life skill">mengajarkan anak life skill</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="skill atau ketrampilan">skill atau ketrampilan</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html" title="life skill yang murah">life skill yang murah</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.502 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/mengajarkan-anak-life-skills.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsultasi Anak : Malu Punya Anak Hiperaktif</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 00:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Anak hiperaktif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[TANYA Bu, anak bungsu saya berusia setahun. Anak saya itu tak bisa diam. Setelah saya periksakan, ternyata hiperaktif. Saya kaget, suami pun langsung menyalahkan saya. Itulah yang memicu pertengkaran. Suami tak mau tahu, bahkan malu, mendapati anaknya hiperaktif. Saya seper­ti tertimpa pohon tanpa ada yang menolong. Malam-malam, saya menjerit dan menangis sendiri. Apa yang harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img with=300 class=tepi src="http://pendidikankhusus.files.wordpress.com/2009/05/hyperactive-child.jpg" alt="hyperactive child Konsultasi Anak : Malu Punya Anak Hiperaktif"  title="Konsultasi Anak : Malu Punya Anak Hiperaktif" /><br />
TANYA<br />
Bu, anak bungsu saya berusia setahun. Anak saya itu tak bisa diam. Setelah saya periksakan, ternyata hiperaktif. Saya kaget, suami pun langsung menyalahkan saya.</p>
<p>Itulah yang memicu pertengkaran. Suami tak mau tahu, bahkan malu, mendapati anaknya hiperaktif. Saya seper­ti tertimpa pohon tanpa ada yang menolong. Malam-malam, saya menjerit dan menangis sendiri. Apa yang harus saya lakukan?</p>
<p>JAWAB<br />
CAPEK dan bingung. Anak hiperaktif memang paling sering membuat orang tua merasa tidak kompeten. Tapi, bila sampai membuat malu, rasanya kok terlalu fatalistis. Bukankah sebetulnya mesti bahu-membahu untuk mencari penanganan? Rembukan dan saling mendukung. Atau, itulah mekanisme pembelaan diri yang kerap dipakai suami bila berhadapan dengan kesulitan hidup.</p>
<p>Begitulah yang kerap terjadi. Ketika ada seorang anggota keluarga sakit, anggota keluarga yang lain ikut ter­kena getah pen­deritaan. Itulah yang di­namakan krisis. Keadaan yang ke­rap menimbulkan friksi atau gesekan antaranggota keluarga. Apa­lagi, bila ada persepsi yang keliru dalam menaf­sir­kan suatu gangguan. Misalnya, ada stigma atau berha­dapan dengan penyakit mematikan.</p>
<p>Pada anak hiperaktif, yang ditandai perilaku anak sulit diam, impulsif, dan sulit memusatkan perhatian, memang orang tua bisa stres. Lantas, saling menyalahkan. Bahkan, bisa merusak perkawinan.</p>
<p>Hiperaktif bukan penyakit menular, kutukan setan, atau sekadar akibat kesalahan orang tua. Kenapa seakan gejala tersebut adalah melulu kesalahan Anda? Toh, sebe­tulnya suami juga bertanggung jawab sebagai bagian dari orang tua? Saya ikut prihatin.</p>
<p>Hiperaktif merupakan gejala. Pada anak-anak, hiperaktif mungkin merupakan gejala dari gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Kondisi itu mungkin merupakan salah satu gejala yang menyertai gangguan autisme. Bisa juga anak menderita kecemasan atau depresi. Tapi, gejala overaktif kerap ada pada anak-anak dengan intelegensi tinggi. Karena kelebihan energi, dia jadi agak nakal dan sulit diam. Ingin tahunya banyak. Saya rasa bila usianya masih satu tahun, perlu observasi lebih mendalam.</p>
<p>Sebelum dikatakan hiperaktif sebagai gejala gangguan, lebih baik konsultasikan kepada psikiater konsultan anak. Langkah itu dimaksudkan untuk menentukan apa yang terjadi sekaligus penanganannya. Hal tersebut lebih bermanfaat daripada sekadar saling menyalahkan. Ya itulah, hidup satu paket. Ada enak dan risiko tidak enaknya. Asal masih lebih banyak enaknya, ya masih potensial bahagia.</p>
<p><em>sumber JPNN</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="ANAK MALU">ANAK MALU</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="konsultasi anak">konsultasi anak</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="gejala anak hiperaktif">gejala anak hiperaktif</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="penyakit hiperaktif">penyakit hiperaktif</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="nama penyakit anak yg hyperaktif">nama penyakit anak yg hyperaktif</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="konsultasi anak hiperaktif">konsultasi anak hiperaktif</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="anak pra school yang hiperaktif">anak pra school yang hiperaktif</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="ANAK OVERAKTIF">ANAK OVERAKTIF</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="Apakah anak hiperaktif mesti intelejensi nya tinggi">Apakah anak hiperaktif mesti intelejensi nya tinggi</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html" title="konsultasi program punya anak">konsultasi program punya anak</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.178 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/konsultasi-anak-malu-punya-anak-hiperaktif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menuntun Anak Melalui Jalan Berliku di Media Online</title>
		<link>http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html</link>
		<comments>http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 00:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dunia maya]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[komputer sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[MySpace]]></category>
		<category><![CDATA[Pornografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mutiara-hati.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Mencuatnya berita mengenai bahayanya situs jejaring sosial seperti Facebook akhir-akhir ini kian mempertegas perlunya partisipasi intensif orang tua untuk melindungi anak-anak mereka dalam pergaulan dunia maya. Hal pertama yang harus disadari banyak orang tua adalah anak-anak mereka akan selalu memiliki akses ke internet, seberapapun mereka berusaha mengendalikan apa yang anak-anak mereka lakukan dan lihat di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align=left class=tepi width=300 src="http://img185.imageshack.us/img185/1646/computerforkidsjf8.jpg" alt="computerforkidsjf8 Menuntun Anak Melalui Jalan Berliku di Media Online"  title="Menuntun Anak Melalui Jalan Berliku di Media Online" />Mencuatnya berita mengenai bahayanya situs jejaring sosial seperti <strong>Facebook</strong> akhir-akhir ini kian mempertegas perlunya partisipasi intensif orang tua untuk melindungi anak-anak mereka dalam pergaulan dunia maya.</p>
<p>Hal pertama yang harus disadari banyak orang tua adalah anak-anak mereka akan selalu memiliki akses ke internet, seberapapun mereka berusaha mengendalikan apa yang anak-anak mereka lakukan dan lihat di <strong>dunia maya</strong> itu.</p>
<p>Anak-anak selalu memiliki rasa ingin tahu yang amat tinggi dan cerdik. Mereka akan mendapatkan akses ke internet bila mereka mau. Tergantung dari umur anak itu, mereka pasti memiliki akes ke internet yang tidak semua bisa anda kendalikan.</p>
<p>Dari mulai <strong>komputer sekolah</strong>, perpustakaan, komputer teman-teman mereka dan alat-alat komunikasi mobile seperti telepon selular, juga konsol permainan yang tersambung ke internet seperti Xbox dan Wii &#8212; mereka pasti memiliki jalan untuk mendapatkan akses Internet.</p>
<p>Hanya di rumah orang tua memiliki kendali terhadap kehidupan online anak-anak mereka, dan para orang tua harus memanfaatkan saat-saat tersebut untuk melindungi anak-anak mereka. Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk memaksimalisasi perlindungan yang dapat diberikan pada anak-anak yang making sering bergaul di dunia maya.</p>
<p>Orang tua harus mau berdialog secara jujur dan terbuka dengan anak-anak mereka mengenai ancaman yang menunggu mereka di internet. Pastikan juga semua komputer di rumah Anda dan semua alat-alat komunikasi mobile Anda telah dilindungi perangkat lunak keamanan yang termutakhir.</p>
<p>Bicaralah dengan anak-anak Anda tentang bahaya yang menanti mereka di internet dan kenapa anda, sebagai orang tua, berusaha melindungi mereka. Libatkanlah diri anda dalam kehidupan online anak-anak anda, dan perbincangkanlah dengan terbuka pengalaman mereka di sana.</p>
<p>Pastikan Anda memiliki aturan yang jelas mengenai kapan mereka bisa online, situs-situs apa saja yang bisa mereka kunjungi dan berapa lama mereka boleh online. Pastikan anak-anak Anda mengerti semua aturan ini.</p>
<p>Orang tua juga harus mengenali ancaman yang paling sering muncul di internet seperti:</p>
<p>    * Malware atau piranti perusak seperti virus, trojan, worm dan rootkit<br />
    * Konten-konten ilegal seperti file-file yang melanggar hak cipta.<br />
    * Misrepresentasi yang sering terjadi di situs jejaring sosial seperti Facebook dan <strong>MySpace</strong>. Banyak orang yang menggunakan identitas palsu untuk menjerat anak-anak anda.<br />
    * <strong>Pornografi</strong>.</p>
<p>Untuk mengatasi ancaman ini, orang tua bukan hanya tinggal mengunduh piranti keamanan. Tapi juga harus mengambil beberapa langkah bijaksana. Salah satu caranya adalah dengan memulai memahami piranti yang dapat membantu anda mengendalikan kehidupan online anak-anak. Piranti ini biasanya terbagi dalam tiga kategori:</p>
<p>   1. Content Filtering – yaitu piranti yang dapat menghentikan akses anak anda terhadap isi suatu situs yang tidak diinginkan.<br />
   2. Fitur penggunaan – yaitu piranti yang dapat membatasi waktu yang dihabiskan anak-anak anda di Internet.<br />
   3. Monitoring – yaitu piranti yang dapat membantu anda mengawasi kehidupan online anak-anak Anda.</p>
<p><em>sumber detikinet</em></p>
<a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="belajar melalui hati">belajar melalui hati</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="situs Pelajaran untuk anak tk online">situs Pelajaran untuk anak tk online</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="PELAJARAN PRESCHOOL">PELAJARAN PRESCHOOL</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="media belajar untuk anak tk">media belajar untuk anak tk</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="media belajar untuk anak pre school">media belajar untuk anak pre school</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="kegiatan anak tk">kegiatan anak tk</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="cara menuntun anak mau belajar">cara menuntun anak mau belajar</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="belajar online tk">belajar online tk</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="belajar online anak">belajar online anak</a>, <a href="http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html" title="situs untuk anak tk">situs untuk anak tk</a><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.342 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mutiara-hati.com/menuntun-anak-melalui-jalan-berliku-di-media-online.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
